Sabtu, 21 Mei 22

MA Didesak Perkuat Putusan PN Siak Sri Indrapura

MA Didesak Perkuat Putusan PN Siak Sri Indrapura

Jakarta, Obsessionnews – Ratusan massa Aliansi Masyarakat Peduli Penegak Hukum (AMPUH), menggeruduk gedung Mahkamah Agung (MA) di Jakarta Pusat.‬ ‪Aksi mereka menuntut, kepada majelis Kasasi MA untuk memperkuat putusan pengadilan negeri Siak Sri Indrapura, dengan menjatuhkan hukuman kepada Andre alias Heri.‬

‪”Kami mendesak Majelis Mahkamah Agung untuk memperkuat putusan pengadilan negeri Siak Sri Ibdrapura bernomor No.241/PID.B/214/PN,” ujar ketua AMPUH, M.Yusuf di Jakarta, Rabu (13/1/2016). Selain itu, Yusuf memohon kepada majelis hakim untuk ikut dalam proses persidangan dan juga pengawasan putusan hakim.

Yusuf membeberkan, terdakwa Andre telah terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana, yakni turut serta melakukan pemalsuan surat sebagaimana yang didakwakan dalam dakwaan pertama  subsidair penuntut umum.‬

‪Ia juga mendesak agar Andre dipidana, serta menetapkan tersangka untuk segera dilakukan penahanan, dan penyitaan barang bukti.‬

‪Andre sendiri saat ini telah mengambil langkah banding ke pengadilan tinggi Riau di Pekanbaru, dan dengan putusan pengadilan itu, Andre tidak terbukti dengan sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana, sebagaimana didakwakan oleh penuntut umum dalam dakwaan kesatu primair subsidair.‬

‪Dari putusan pengadilan tersebut, dilakukan kasasi oleh jaksa ke MA dengan nomor  W.4.U13/1722/Hn.01.12/XI/2015 terkait permohonan berkas kasasi No. 241/Pid.B/2014/PN.Siak.Jo.No.122/Pid.B/PT.PBR‬

‪”Nah dari pengajuan kasasi itulah kami dari AMPUH meminta MA untuk memproses hukum terkait dan dapat dilakukan dengan seadil-adilnya.‬

‪Kasus ini sendiri bermula pada tahun 2011, yakni Hj. Ernawati dan Ayang Bahari yang dilaporkan oleh Tarmizi Lanso, atas dugaan surat palsu. Surat tersebut juga dijadikan bukti otentik, sehingga terjadi proses persidangan di Pengadilan Negeri serta banding ke Pengadilan Tinggi, dan kasasi  ke Mahkamah Agung.

Kasus ini berawal saat Ernawati, mantan Sekretaris Desa Minas Timur, Kabupaten Siak dan 34 KK Kelompok tani menggarap lahan sawit mereka seluas 600 hektare di Desa Rantau Bertuah, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, sejak 2004 hingga 2006 lalu.

Saat penggarapan sedang berjalan, Heri bersama rekan-rekannya antara lain yaitu Tarmizi, U Ginting, Sembiring dan Tambunan, mengklaim lahan Ernawati dkk berada diatas hamparan lahan mereka seluas 1.000 hektare. Dimana, legalitas kepemilikan atau surat Heri CS diduga masih diragukan.‬

‪Heri CS pun melakukan perlawanan dengan memperkarakan tiga orang PNS Siak yakni ; Ernawati, Ayang Bahari selaku Sekretaris Desa Minas Barat dan Sutrilwan selaku pegawai Badan Pertahanan Nasional (BPN) Kabupaten Siak, pada Mei 2009 lalu.‬

‪Mereka  menuduh Ernawati dkk menerbitkan 173 persil SKGR palsu untuk mengurus Sertifikat Hak Milik (SHM). Akibatnya, ketiganya  sempat diadili dan akhirnya divonis bebas oleh Mahkamah Agung melalui putusan No.1360/K/Pid/2011 dan No.1358/K/Pid/2011  yang dibacakan dalam sidang MA tanggal 8 September 2011 lalu.‬

‪Andre alias Heri, Direktur Utama (Dirut) PT Riau Agung Karya Abadi (RAKA) dan PT Mekarsari Alam Lestari (MAL), akhirnya Mabes Polri melimpahkan Heri ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Siak. Heri tangkap karena diduga kuat membuat, menggunakan surat palsu, dan atau memberi  keterangan palsu atas akta otentik status lahan di Kabupaten Siak. (Purnomo)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.