Rabu, 22 September 21

M. Riza Chalid, Dari ‘Obor Rakyat’ Hingga #PapaMintaSaham

M. Riza Chalid, Dari ‘Obor Rakyat’  Hingga #PapaMintaSaham

Jakarta, Obsessionnews Mendadak nama M. Riza Chalid jadi terkenal, paska digelarnya Sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI. Dari penelusuran, Riza diduga ‘mafia migas’ yang kini tinggal di Singapura.

Menurut tulisan, Hudoyo Hupudio, lewat akun facebooknya, Riza diduga yang membiayai penerbitan tabloid ‘Obor Rakyat’ yang menyudutkan pasangan Jokowi-JK ketika Pilpres tahun lalu.

“Riza yang di Singapura dikenal dengan sebutan Gasoline Godfather juga membiayai tim sukses calon wakil presiden (cawapres) nomor urut satu itu. Kedekatannya dengan Hatta semakin mengental ketika mantan Menteri Perekonomian itu duduk di kabinet,” tulis Hudoyo.

M. Hatta Rajasa saat menjadi saksi penikahan anak M. Riza Chalid (Ist)
M. Hatta Rajasa saat menjadi saksi penikahan anak M. Riza Chalid (Ist)

baca juga:

Maroef Rekam, Karena Setnov Ajak Riza Chalid

Riza Chalid: Ada Yang Dorong Saya Hadiri Pertemuan #PapaMintaSaham

KPK Dalami Riza dan Hatta Dalam Kasus Mafia Migas

Ini Transkrip Lengkap #PapaMintaSaham

Lantas apa jawaban Riza atas tudingan miring tersebut? Termasuk ‘kambing hitam’ dalam kasus #PapaMintaSaham tersebut?

“Saya sudah mengklarifikasi. Bahwa saya tidak ada niat jahat dan saya tidak bersalah. C’mon dude,” sanggah Riza, lewat akun twitternya, Riza_Chalid.

M. Riza Chalid (tengah) bersama rekan bisnisnya (Ist)
M. Riza Chalid (tengah) bersama rekan bisnisnya (Ist)

Riza terus berkicau, “Saya tidak ingin mengancam Indonesia beserta rakyatnya. Tetapi jika persoalan ini terus menyudutkan saya,”.

“Ada ungkapan, lebih baik kita merugi sesaat lalu mengambil untung banyak di masa depan. Saya tidak yakin, perkembangan migas Indonesia akan mencapai level normal. Banyak pihak yang terlibat di sini,” ujar Riza. Tampaknya ini bantahan atas tudingan dirinya anggota mafia migas di Indonesia.

Riza yang lama tinggal di Singapura, menjelaskan, dirinya sedang memikirkan untuk tampil di media-media Indonesia. Lantaran selama ini, dirinya merasa terpojokkan oleh media-media.

“Saya kecewa terhadap rakyat Indonesia. Menganggap saya salah seratus persen Sehingga saya tersudutkan, tersudutkan menjadi orang tidak baik di negeri ini,” pungkasnya. (rez, dari berbagai sumber)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.