Sabtu, 31 Oktober 20

M. Fanshurullah Asa Optimis Akhir 2020 Target 83 Lokasi Penyalur BBM 1 Harga Terwujud

M. Fanshurullah Asa Optimis Akhir 2020 Target 83 Lokasi Penyalur BBM 1 Harga Terwujud
* Peresmian Program BBM 1 Harga di daerah. (Foto: BPH Migas)

Jakarta, Obsessionnews.comSesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa Program BBM 1 Harga akan dilanjutkan dengan target sampai dengan akhir 2024 terbangunnya 330 lembaga penyalur BBM 1 Harga.

Untuk 2020 ini akan dilakukan pembangunan 83 lembaga penyalur BBM 1 Harga yang tersebar di 20 Provinsi, 70 Kabupaten, 83 Kecamatan dengan sebaran 13 Penyalur di Sumatera, 13 di Kalimantan, 21 di NTB dan NTT, 7 di Sulawesi, dan 29 Penyalur di Maluku dan Papua dengan penugasan kepada PT. Pertamina (Persero) untuk melakukan pembangunan penyalur BBM 1 Harga tersebut.

Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa optimis target 83 lokasi penyalur BBM 1 Harga dapat terwujud hingga akhir 2020 walaupun saat ini sedang terjadi pandemi Covid-19.

Hal itu didorong oleh BPH Migas yang setiap minggu mengadakan rapat monitoring dan koordinasi secara daring atau online dengan PT. Pertamina dan Pemerintah Daerah untuk memonitor progress pembangunan penyalur BBM 1 harga di 83 lokasi 3T dan Alhamdulillah walaupun dalam masa pandemi Covid-19.

“Kita telah berhasil meresmikan 2 SPBU Program BBM 1 Harga yang di tahun 2020, yaitu di Pulau Maya, Kabupaten Kayong Utara dan SPBU Kompak 75.94620 Desa Cempa, Kec. Ulubongko, Kabupaten Tojo Una Una, Sulawesi Tengah,” ungkap Fanshurullah seperti dikutip dari majalah Men’s Obsession, Senin (31/8/2020).

BPH Migas optimistis 83 titik BBM 1 Harga di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) terealisasi di 2020 ini sebagai komitmen menggerakkan roda perekonomian bangsa karena dengan harga BBM yang lebih terjangkau akan berpengaruh pada harga-harga kebutuhan pokok lantaran terjadi penurunan biaya transportasi dan operasional.

“Inilah wujud dan komitmen dukungan BPH Migas untuk turut serta memajukan perekonomian masyarakat melalui peran strategisnya dalam penyediaan energi,” ungkapnya.

Sementara itu, Inovasi dan terobosan di sektor migas lainnya yang dilakukan BPH Migas sejak dipimpin Fanshurullah atau akrab disapa Ifan ini juga mendukung percepatan penggunaan LNG atau gas bumi. Sejumlah langkah dilakukan semisal di tengah pandemi Covid-19.

“Mengukur potensi distribusi gas dari pipa Arun hingga Belawan, yang bisa mengalir ke rumah tangga,” ujarnya.

Dalam kunjungan Ifan ke PT. Perta Arun Gas, Pipa Arun Belawan, dan PT. Pupuk Iskandar Muda, di Lhokseumawe, ia melihat adanya potensi gas yang bisa digunakan untuk kepentingan dalam negeri dan menggerakan ekonomi Aceh.

“Kita ingin gas yang ada, baik yang diangkut atau potensi dari PHE (Pertamina Hulu Energi) maupun dari regasifikasi LNG Arun,” tuturnya.

Untuk itu, Ifan berharap kepada semua pihak untuk menggunakan gas alam ini semaksimal mungkin untuk kepentingan dalam negeri.

“Tentu ini dengan harga yang memenuhi tekno ekonomi sehingga bisa menggerakkan pertumbuhan ekonomi di wilayah Aceh sekaligus mewujudkan keadilan,” pungkasnya. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.