Rabu, 21 April 21

Lupa Bawa Kartu, Wasit Bengong Rogoh Kantong Hukum Pemain

Lupa Bawa Kartu, Wasit Bengong Rogoh Kantong Hukum Pemain
* Ilustrasi. (Foto: Getty)

Di tengah kinerja wasit Malaysia Super League (MSL) yang belakangan sedang menjadi sorotan, seorang pengadil lapangan di kompetisi tertinggi Negeri Jiran alpa membawa kartu saat bertugas.

Fusser diduga lupa membawa kartu setelah melakukan evaluasi terhadap kinerja wasit di babak pertama.

Hal itu dialami wasit pertandingan antara Selangor dan Kedah Darul Aman dua hari lalu di Stadion Petaling Jaya, Mohd Fusser Mad Sallih. Sang wasit lupa membawa kartu ketika babak kedua berlangsung.

Fusser tidak mengalami masalah menjalankan tugasnya di babak pertama, karena memberikan kartu kuning kepada dua pemain Selangor, Safuwan Baharudin pada menit ke-21 dan Tim Heubach (41). Permasalahan baru muncul ketika Fusser ingin mengganjar kartu kuning kepada kiper Selangor, Khairulazhan Khalid.

Fusser memberikan hadiah penalti untuk Kedah setelah Heubach melanggar Kpah Sherman di menit ke-77. Sejumlah pemain Selangor, termasuk Khairulazhan, melakukan protes terhadap keputusan Fusser. Wasit bergeming dengan keputusannya.

Kesal dengan dengan keputusan wasit, Khairulazhan lalu menendang bola yang sebelumnya sudah diletakkan Fusser di titik putih. Namun saat ingin memberikan kartu, Fusser tidak mendapatkan barang yang dia inginkan, meski sudah merogoh seluruh kantong di pakaiannya.

Fusser lalu berbicara dengan asisten wasit 1, dan berlari ke arah boks wasit cadangan untuk mengambil kartu sebelum melayangkannya kepada Khairulazhan. Sherman yang menjadi algojo penalti sukses menjalankan tugasnya, sehingga dapat menyamakan kedudukan. Kedah akhirnya tampil sebagai pemenang dengan skor 2-1.

Aksi Fusser yang alpa membawa kartu ini ramai diperbincangkan publik sepakbola Malaysia di media sosial. Kendati demikian, mantan Ketua Komite Wasit federasi sepakbola Malaysia (FAM) Subkhiddin Mohd Salleh melakukan pembelaan.

Menurut Subkhiddin, insiden pada laga Selangor kontra Kedah ini beberapa kali terjadi di dunia sepakbola, meski tidak banyak. Subkhiddin menduga Fusser lupa membawa kartu setelah melakukan evaluasi terhadap kinerja mereka di babak pertama ketika jeda pertandingan.

“Situasi seperti ini pernah terjadi sebelumnya, tetapi sangat jarang. Misalnya, wasit lupa membawa bola ke garis tengah untuk kick-off babak kedua. Begitu juga dengan kartu kuning dan merah,” jelas Subkhiddin diwartakan laman Berita Harian.

Artikel dilanjutkan di bawah ini
“Biasanya begitu jeda pertandingan, wasit akan menuju ruang ganti, dan melakukan pengecekan bersama rekan-rekannya. Di saat seperti ini wasit akan mengeluarkan kartu kuning yang digunakan untuk mencatat semua jenis pelanggaran sebagai referensi, dan mungkin lupa memasukkannya kembali ke saku.”

“Pokoknya, pujian harus diberikan kepada wasit yang bertindak untuk memperbaiki situasi dengan mendapatkan kartu kuning dari rekannya, wasit cadangan, dan mengacungkannya ke pemain yang bersalah.”

Pada Maret lalu, FAM telah memberikan sanksi larangan memimpin pertandingan selama dua pekan kepada wasit yang memimpin pertandingan antara Sabah FC dan Terengganu FC di Stadium Likas, karena dinilai tidak bagus dalam bertugas. (Goal.com/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.