Jumat, 17 September 21

Luncurkan Pendidikan Enterpreneur Agar RI Siap Hadapi MEA

Luncurkan Pendidikan Enterpreneur Agar RI Siap Hadapi MEA

Jakarta, Obsessionnews – Dengan angka penganggur sebanyak 7,4 juta jiwa di seluruh tanah air yang didominasi lulusan SMA ke bawah, Indonesia termasuk tidak siap menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang bakal resmi dilaksanakan sebulan lagi.

Makanya, saat Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) yang bermitra dengan HSBC menggelontorkan program ‘Anak Bangsa Siap Berkarya’ Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktifitas Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) Khairul Anwar mengatakan kalau konsep yang dikembangkan proyek ini sejalan dengan keinginan pemerintah.

“Selain mendidik juga menyiapkan tiap pesertanya jadi enterpreneur. Semoga siap hadapi MEA ketimbang negara lain,” sebut Anwar pada peluncuran proyek tersebut di Jakarta, Jumat (27/11).

YCAB sendiri hingga saat ini sudah memiliki 70 balai latihan kerja di seluruh Indonesia dengan target peserta didik sebanyak 5 ribu untuk tahun 2015 ini. Sementara pemerintah, punya 270 unit. “Idealnya sebanyak 8000 unit dan kita akan siap,” kata Anwar.

Sasar 5 Ribu Siswa Sekolah
Dalam perayaan hari jadi keberadaannya di dunia yang ke 150 tahun, HSBC menyalurkan dana sebesar 150 juta dolar AS untuk program kemasyarakatan selama dua tahun mulai 2015 sampai 2017.

Lebih dari 140 kegiatan sosial di seluruh dunia dipilih. Di Indonesia sendiri, penyaluran dana disampaikan dalam bentuk pelatihan kepada lima ribu siswa sekolah melalui serangkaian workshop soal kesiapan memasuki dunia kerja dan pembelajaran kewirausahaan.

Program tersebut, diberi nama ‘Anak Bangsa Siap Berkarya’ yang menyasar lima ribu siswa sekolah tadi dengan tiga program besar.

Veronica Colondam, CEO Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) yang menjadi mitra HSBC mengatakan, bagi komunitas ada program pendidikan dan lingkungan hidup untuk anak-anak usia Sekolah Dasar (SD). Sementara bagi tingkat SMA ada pelatihan keahlian tertentu didukung kemampuan manajerial.

Program pertama adalah ketenagakerjaan dan kewirausahaan dengan memberikan siswa pendidikan teori maupun praktek tentang wiraswasta serta lapangan kerja.

Nantinya, pada proyek ini siswa diberi pelatihan keterampilan hidup seperti sikap profesional, interpersonal, menulis resume, serta wawancara kerja. Sedangkan dalam kewirausahaan mereka diberi konsep ‘ready to business training’ atau pengelolaan keuangan serta bagaimana mengembangkan dan menerapkan ide baru.

Ada juga program pemberdayaan yang dirancang guna mendukung wanita yang berminat jadi pengusaha mikro. Proyek ini, digelar di wilayah dengan kondisi ekonomi lemah dengan mendukung 10 ribu perempuan untuk jadi enterpreneurship dalam tempo empat tahun.

Selanjutnya, ada program relawan untuk pendidikan demi mengembangkan program secara berkelanjutan, HSBC Indonesia dan YCAB bakal menyiapkan empat rumah belajar di seluruh Indonesia plus 70 balai latihan kerja guna memberi keahlian kejuruan yang sedang berlangsung. (Mahbub Junaidi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.