Sabtu, 25 September 21

Lulung: Pengacara Ahok Lucu!

Lulung: Pengacara  Ahok Lucu!
* Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana alias H. Lulung. Foto : Popi

Jakarta, Obsesssionnews.com – Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara menjatuhkan vonis bersalah terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam kasus penodaan agama.

Majelis hakim yang diketuai Dwiarso Budi Santiarto menyatakan terdakwa Ahok bersalah dan dihukum penjara selama 2 tahun.

“Menyatakan Ir Basuki Tjahaja Purnama terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penodaan agama dan menjatuhkan pidana penjara 2 tahun dan memerintahkan terdakwa ditahan,” ucap Dwiarso dalam persidangan di Gedung Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (9/5/2017).

Awalnya Ahok di tahan di Rutan Cipinang, Jakarta Timur. Namun karena alasan keamanan Ahok akhirnya dipindahkan penahanannya di Mako Brimob, Rabu (10/5).

Pihak pengacara Ahok, yakni Teguh Samudera dan I Putu Wayan Sudiartana, tengah mengupayakan agar Ahok dapat diberikan penangguhan penahanan.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana yang akrab disapa H. Lulung mengatakan,  tidak bisa dilakukan penangguhan penahanan terhadap Ahok, karena Ahok  sudah menjadi terpidana.

“Ya sudah ditangkap, jalani hukuman, kan (dia) terpidana. Dia nggak bisa melakukan penangguhan, nggak bisa. Lucu saja pengacaranya. sudah jadu putusan hakim,” ujar Lulung kepada Obsessionnews.com di hotel Grand Sahid, Jakarta, Kamis (11/5).

Beredar isu Ahok diperlakukan khusus oleh petugas Mako Brimob. Terkait isu ini, Lulung menyatakan dirinya sangat percaya bahwa penegak hukum cukup profesional.

“Nggaklah, kita percaya pada penegak hukum. Kita percaya pada Brimob. Kita lihat secara baik soal keamanan. Kita lihat selama ini Pak Ahok banyak musuhnya, karena omongannya itu. Kalau dia diputus nanti dan dijadikaan terpidana tetap dia harus kembali ke LP,” pungkasnya. (Popi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.