Minggu, 8 Desember 19

Lukisan “DPR sebagai Kumpulan Monyet” Laku Rp172 Miliar

Lukisan “DPR sebagai Kumpulan Monyet” Laku Rp172 Miliar
* Devolved Parliament, lukisan selebar hampir empat meter dan diperkirakan merupakan kanvas terbesar Banksy. (BBC)

Sebuah lukisan bertema Anggota parlemen yang digambarkan simpanse atau “Anggota DPR Kumpulan Monyet” laku ‘dengan harga rekor’ Rp172 miliar.

Sebuah lukisan karya seniman Inggris Banksy yang menunjukkan para anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sebagai kumpulan simpanse laku £9,9 juta atau sekitar Rp172 miliar dalam lelang.

Karya seni sebesar empat meter berjudul Devolved Parliament itu dilukis oleh seniman asal Bristol yang tak pernah diketahui jati diri aslinya pada 2009.

Semula lukisan tersebut diperkirakan akan laku £2 juta namun ternyata laku lima kali lipat dalam rumah lelang Sotheyby’s di London pada Kamis (3/10).

Melalui Instagram, Banksy menulis harga jual itu merupakan “rekor untuk lukisan Banksy” dan “sayang saya tidak lagi memilikinya.”

 

Rumah lelang Sotheby’s dalam cuitan menulis lukisan itu terjual “£9.879,500 – sembilan kali lebih tinggi dari rekor sebelumnya – setelah perang persaingan harga selama 13 menit.”

Namun harga lelang yang mencapai rekor tertinggi itu dipertanyakan oleh Banksy yang mengutip ucapan kritikus seni Robert Hughes dalam Instagramnya dengan mengatakan, “Selain menjadi milik bersama seperti halnya buku, seni juga menjadi milik seseorang yang mampu.”

Devolved Parliament adalah karya terbesar Banksy di atas kanvas. Karya sebelumnya senilai £1,4 juta Keep It Spotless, terjual di Sotheby’s New York pada 2008.

Alex Branczik, dari Sotheyby’s mengatakan Banksy “mengangkat isu yang panas saat ini.”

Dia mengatakan seniman ini “menerjemahkan keadaan politik paling rumit di masyarakat menjadi satu gambar yang sepertinya sederhana yang siap dan dapat dibagi-bagikan di zaman media sosial kita”.

Banksy menciptakan Devolved Parliament saat memamerkan karyanya di Bristol Museum pada tahun 2009, yang dikunjungi lebih dari 300.000 orang dan disebut-sebut sebagai pameran yang paling banyak dilihat di dunia pada tahun itu.

Pemilik lukisan yang tidak diketahui jati dirinya meminjamkan ke museum permulaan tahun ini untuk memperingati 10 tahun pameran itu dan rencana Inggris keluar dari Uni Eropa pada tanggal 29 Maret.

Pelelangan dilakukan satu tahun setelah Banksy sendiri mancampuri lelang di Sotheby ketika karya seninya Girl with Balloon merusak diri sendiri saat palu diketok, sehingga namanya diubah menjadi Love is in the Bin. (*/BBC)

Sumber: BBC Magazine

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.