Selasa, 4 Agustus 20

Luhut: Omongan Rizal Ramli Nggak Usah Didengerin

Luhut: Omongan Rizal Ramli Nggak Usah Didengerin
* Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto Dokumentasi Menko Kemaritiman)

Jakarta, Obsessoonews.com – Wacana pemindahan ibu kota dari Jakarta ke luar Pulau Jawa terus menguat setelah disetujui oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun, rencana itu mendapat banyak tanggapan beragam. Umumnya penolakan datang dari kelompok oposisi.

Seperti halnya mantan Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman Rizal Ramli. Ia mengkritik bahwa saat ini yang lebih dibutuhkan adalah presiden baru daripada ibu kota baru. Karena persoalan negara itu bukan di ibu kotanya, tapi pemimpinnya.

 

Baca juga:

Prabowo dan Rizal Ramli Sudah Ijab Kabul

Perlu Rizal Ramli untuk Dongkrak Tax Ratio Indonesia ke Kisaran 14%-19%

Sayang, Dua Masukan Rizal Ramli terkait Freeport Diabaikan Presiden

Ini Reaksi NasDem Setelah Rizal Ramli Lapor Surya Paloh ke Bareskrim

 

Menanggapi hal itu, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan terlihat santai. Ia merasa pernyataan seperti Rizal tak perlu didengarkan “Nggak usah didengarinlah yang gitu-gituan,” kata Luhut ditemui di Gedung BPPT, Jakarta, Kamis (2/5/2019).

Dia menilai pernyataan Rizal Ramli tidak elok diucapkan, apalagi oleh seorang intelektual. Ucapan Rizal yang menyebut lebih baik ganti presiden menandakan dirinya tidak intelek.

“Ya karena seorang intelektual nggak elok asal ngomong saja. Jadi seperti tadi kau bilang mau ganti presiden. Lah ganti presiden kan siapa yang nentukan, memang kamu yang nentukan ganti presiden,” ujarnya.

 

Baca juga:

Komunikasi Melalui Handpone, Ini Isi Percakapan Luhut dengan Prabowo

Luhut Berpotensi Diperiksa Bawaslu Terkait Politik Uang

Luhut: 2030 Indonesia Masuk Negara Ekonomi Terbesar Keempat Dunia

 

Luhut mengatakan, pergantian presiden sudah ada mekanisme yang mengaturnya. Termasuk jika ada pelanggaran pun sudah ada prosedurnya untuk melapor.

Untuk itu dia menyayangkan pernyataan butuh ganti presiden ketimbang ganti ibu kota.

“Kalau dia belajar, mestinya secara intelektual harus lihatin jangan rakyat dibodohi. Kalau ada pelanggaran, pelanggaran itu di mana, laporkan ke Bawaslu,” ujarnya.

 

Baca juga:

Fakta-fakta Tentang Rencana Pemindahan Ibu Kota Negara

Ratusan Brimob Dikerahkan ke Ibu Kota, Ada Apa?

Parmusi DKI Siap Terjunkan Para Dai ke Pelosok Ibu Kota

 

“Kan semua ada mekanisme bukan kuat-kuatan, marah-marahan, atau pemaksaan kehendak, jangan, hati-hati kita,” tambah Luhut.

Rizal Ramli sebelumnya berkomentar terkait rencana pemindahan ibu kota. Dia menyebut, saat ini lebih butuh presiden baru.

“Rakyat hari ini tidak perlu ibu kota baru, tapi butuh presiden baru, terima kasih,” ungkap Rizal kepada awak media usai mengikuti peringatan May Day 2019 bersama capres Prabowo Subianto, di Tennis Indoor Senayan Jakarta, Rabu (1/5/2019). (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.