Sabtu, 25 September 21

Luhut Nilai 6 Bulan Terlalu Dini Dilakukan Reshuffle

Luhut Nilai 6 Bulan Terlalu Dini Dilakukan Reshuffle

Jakarta, Obsessionnews – Kepala Staf Kepresidenan Luhut Binsar Panjaitan menyatakan tidak mau ikut campur mengenai perombakan kabinet (reshuffle). Luhut menyerahkan sepenuhnya kepada Jokowi yang memiliki hak prerogatif tersebut.

“Nggak tahu saya, itu hak prerogatif Presiden. Saya juga tidak mau terlibat,” ujar Luhut ketika dikonfirmasi soal isu reshuffle kabinet di komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (20/5/2015).

Kendati demikian, dia menilai waktu 6 (enam) bulan terlalu cepat untuk menilai baik buruknya kinerja menteri. Sehingga menurutnya tidak tepat kalau perombakan kabinet itu dilakukan sekarang.

“Kalau saya lihat orang kita ini, maaf ya, jelang 100 hari. Siapa sih yang bisa? Kalau negara mapan mungkin ya. Tapi Indonesia 6 bulan itu terlalu dini. Kita lihat ada kurang dan lebih kita setuju,” katanya.

Luhut tidak memungkiri bahwa masih terjadi kekurangan selama kuartal pertama kabinet kerja berjalan. Namun dia mengingatkan sejumlah kendala yang menghambat jalannya roda pemerintahan ini.

“Cobalah pikir secara rasionalitas. Bagaimana sekarang itu, Januari-Februari baru tender. Dana baru turun April pertengahan. Kan itu ndak fair,” ucap Luhut.

Dia yakin kinerja pemerintah akan terlihat ada perubahan signifikan pada kuartal kedua. Sebab, di saat-saat itulah proyek-proyek pemerintah baru mulai berjalan.

“Eksekusi dari proyek baru mulai Maret. Dana baru turun April pertengahan. Terus kamu gitu,” terangnya. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.