Jumat, 12 Agustus 22

Luar Biasa! Warga Baduy Siap Jebol Pembuatan e-KTP

Luar Biasa! Warga Baduy Siap Jebol Pembuatan e-KTP

Luar biasa antusiasme warga Baduy, berbondong-bondong siap mengikuti kegiatan jemput bola atau jebol Adminduk melayani berbagai dokumen kependudukan, yakni kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran, dan Kartu Identitas Anak (KIA).

Kegiatan jebol yang digelar Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Dukcapil Kemendagri) ini telah mencetak 1.168 dokumen kependudukan bagi masyarakat adat Baduy Dalam dan Baduy Luar selama 3 hari pelayanan adminduk.  Layanan ini pun diperpanjang 1 bulan di Kantor Desa.

Penerbitan dokumen tersebut dilakukan melalui skema jemput bola atau jebol berkolaborasi dengan Ditjen Dukcapil, Dinas Dukcapil Provinsi Banten, Dinas Dukcapil Kabupaten Lebak, dan dibantu relawan Institut Kewarganegaraan Indonesia (IKI).

“Kami bl melakukan perekaman KTP-el bagi 338 orang, menerbitkan Akta Kelahiran bagi 226 anak, KIA bagi 194 anak, dan KK bagi 410 keluarga,”  kata Dirjen Dukcapil Kemendagri Prof. Zudan Arif Fakrulloh, Minggu (29/8/2021).

Pelayanan jemput bola tersebut dilakukan selama tiga hari, mulai tanggal 27 sampai dengan 29 Agustus 2021.

 

Meski antusias, masyarakat Baduy Dalam dan Baduy Luar mengikuti pelayanan yang sangat tertib. Protokol kesehatan juga tetap diberlakukan secara ketat.

Oleh karena itu, Zudan berterima kasih pada seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan jemput bola tersebut, khususnya bagi pimpinan adat setempat.

“Saya berterima kasih kepada Puun Yasih, Jaro Alim, dan Jaro Saija selaku pimpinan masyarakat adat Baduy Dalam dan Baduy Luar,” ujar Dirjen Dukcapil.

Zudan mengakui bahwa pelayanan yang dilakukan bukan tanpa kendala. Masyarakat Baduy Dalam dan Baduy Luar tidak merasa perlu untuk melaporkan adanya penduduk yang meninggal.

“Masyarakat Baduy juga kerap berganti nama. Ada yang berganti nama karena sakit, ada pula yang berganti nama karena memiliki anak baru,” ungkap Zudan.

“Misalnya, ketika lahir anak pertama, ia bernama Ayah Mursid. Kemudian lahir anak kedua bernama Saidi sehingga ia berganti nama menjadi Ayah Saidi,” tambahnya.

Meski demikian, lanjutnya, hal itu bukan menjadi masalah yang rumit. Pihaknya dapat menghadirkan solusi sesuai dengan kebutuhan masyarakat adat disana

“Sejalan dengan arahan Mendagri Bapak Tito Karnavian, kami juga akan melakukan pelayanan lanjutan selama satu bulan di balai desa yang dekat dengan suku baduy, yakni di Desa Ciboleger. Kami akan buka sampai malam karena kami tahu banyak warga baduy yang di siang hari sibuk bekerja di ladang,” kata Dirjen Zudan. (Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.