Selasa, 30 November 21

LPDB-KUMKM Inisiasi Layanan Digital Lewat Green Business Process

LPDB-KUMKM Inisiasi Layanan Digital Lewat Green Business Process
* Acara peluncuran Platform Green Business Process. (Foto: Istimewa)

Jakarta, obsessionnews.comLembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) menginisiasi terbentuknya platform Green Business Process yang dapat mendukung operasional lebih cepat, efisien, efektif, dan akuntabel, serta untuk memberikan nilai tambah ekonomi baru bagi LPDBKUMKM.

Platform Green Business Process resmi diluncurkan oleh Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki di sela-sela acara Transformasi Digital LPDB-KUMKM, di Nusa Dua, Bali, belum lama ini.

Teten mengatakan, transformasi digital LPDB-KUMKM merupakan langkah inovasi yang bagus.

“Dengan digitalisasi diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap LPDB-KUMKM sebagai lembaga keuangan yang efisien, transparan, dan akuntabel. Digitalisasi juga merupakan instrumen untuk meningkatkan layanan,” ujar Teten dikutip dari majalah Men’s Obsession, Rabu (24/11/2021).

Teten menginginkan LPDB-KUMKM tidak berhenti untuk  berinovasi. “Teruslah berinovasi, terus mewujudkan ide-ide segar dari seluruh jajaran Direksi, dan para pegawai LPDB-KUMKM,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo menekankan, bagi LPDB-KUMKM, inovasi merupakan kebutuhan yang mutlak dan tidak bisa ditawar lagi. Di mana peran teknologi untuk menjaga risiko serta menjaga agar layanan LPDB-KUMKM dapat terus berkembang ke depannya.

“Dengan adanya transformasi digital ini, maka capaian target bisa didapatkan dengan menggunakan pendekatan Green Business Process,” ungkap Supomo.

Beberapa platform yang dikembangkan untuk mendukung Green Business Process tersebut, antara lain Proposal Online melalui CMFS, hingga Reformasi Pengelolaan Keuangan dengan transaksi online pembayaran melalui Online Disbursement System.

“Ada juga penggunaan Corporate Card untuk transaksi operasional semua pegawai LPDB-KUMKM,” ucap Supomo.

Kemudian platform lainnya adalah Transaksi Cashless untuk seluruh pembayaran pelaksanaan belanja dengan menggunakan Cash Management System. Termasuk penggunaan GeoTagging sebagai Aplikasi Perjalanan Dinas Tanpa Kertas (GeoDinas).

“Tak ketinggalan, platform Manajemen Inkubasi Online dengan RIDI Platform, hingga peningkatan kapasitas pegawai dengan online training system,” papar Supomo.

Bahkan, Supomo menyebutkan bahwa aplikasi GeoDinas dapat menggantikan fungsi berlembar-lembar Surat Perjalanan Dinas (SPD). “Selama ini, ASN yang melakukan tugas perjalanan dinas membawa kertas dan harus dicap manual sebagai bukti administrasi,” tukas Supomo.

Saat ini, lanjut Supomo, dengan menggunakan aplikasi GeoDinas, pihaknya dapat memantau para pegawai dengan menggunakan teknologi GeoTagging. Sehingga, kunjungankunjungan dinas akan termonitor secara real time dan paperless.

“Kami menyadari, dengan satu kantor terpusat tersebut, semakin hari risiko operasional kami akan semakin meningkat. Risiko reputasi kami juga dipertaruhkan untuk melayani lebih cepat dan di samping risiko kepatuhan kami juga harus terjaga dengan baik,” tukas Supomo.

Dalam kesempatan yang sama, Supomo juga memaparkan latar belakang transformasi di tubuh LPDBKUMKM, yang dimulai dari Bandung. Disebutkan, LPDB-KUMKM telah meluncurkan logo barunya beberapa waktu silam, yang mengusung tema New LPDB dan memiliki makna mendalam.

“Dengan logo baru tersebut, seluruh insan LPDB-KUMKM saatini terus bergerak lebih cepat, selalu berinovasi, dan tetap berkomitmen dengan menjaga integritas,” tegasnya.

Terlebih lagi, LPDB-KUMKM diamanatkan untuk memberikan layanan kepada koperasi yang ada di tengah kota hingga koperasi yang ada di pelosok negeri ini, baik dalam kondisi pandemi maupun normal.

Tercatat sebanyak Rp7,2 triliun dana bergulir telah tersalur kepada 2.022 koperasi, 318 ribu UMKM pada 34 Provinsi dan 489 kabupaten kota. Hingga 11 November 2021, LPDB-KUMKM telah menyalurkan dana bergulir sebesar Rp1,284 triliun atau sebesar 80,27% dari target yakni Rp1,6 triliun. Dengan menjaga Non Performance Loan (NPL)di angka 1,03%, Supomo optimis pada akhir Desember 2021 akan memenuhi target 100% penyaluran.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.