Minggu, 15 Desember 19

LPDB akan Rangkul Pefindo Biro Kredit Jadi Sistem Informasi Debitur

LPDB akan Rangkul Pefindo Biro Kredit Jadi Sistem Informasi Debitur
* Direktur Utama LPDB-KUMKM Braman Setyo menyampaikan materi dalam Rapat Koordinasi Terbatas bidang Koperasi dan UKM di Surabaya.

Surabaya, Obsessionnews.com – Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) pada tahun depan akan menyiapkan dana bergulir sebesar Rp 1,2 triliun untuk disalurkan kepada mitra, Koperasi dan UKM.

Salah satu strategi mempercepat penyerapan penyaluran dana bergulir, LPDB-KUMKM akan merangkul PT Pefindo Biro Kredit (PBK), yang akan menjadi semacam Sistem Informasi Debitur (SID) Bank Indonesia, bagi LPDB.

Pefindo Biro Kredit salah satu pionir dalam industri biro kredit swasta di Indonesia yang mulai beroperasi secara komersial sejak 27 Maret 2017, sekaligus menandai era baru dalam infrastruktur industri keuangan nasional.

Biro ini berfungsi mengumpulkan dan memproses berbagai data untuk menghasilkan informasi kredit. Laporannya memuat detail semua fasilitas dan informasi kredit yang dimiliki oleh individu maupun badan.

“Meski demikian pintu LPDB saya buka seluas-luasnya,” tegas Direktur Utama LPDB-KUMKM Braman Setyo dalam Rapat Koordinasi Terbatas bidang Koperasi dan UKM di Surabaya, Jatim, Kamis (14/12/2017).

LPDB juga terbuka dalam menjalin kerja sama dengan Dinas KUMKM, lembaga penjaminan, asosiasi, maupun perusahaan FinTech dalam membuka akses dan layanan sumber pembiayaan Koperasi dan UMKM di seluruh Indonesia.

“Jika sebelumnya LPDB terkesan eksklusif dan sulit diakses, maka mulai 2018 LPDB bersifat inklusif,” kata Braman.

Braman Setyo mengatakan LPDB akan mengusung paradigma baru dalam pengelolaan dana bergulir 2018 supaya tidak fraud lagi, dengan menekankan pada trisukses, yaitu sukses penyaluran, pemanfaatan, dan pengembalian.

“Ketiganya harus serempak, tidak bisa kalau sukses penyaluran dan pemanfaatan, namun gagal dalam pengembalian, itu sama aja bohong,” katanya.

Mengenai kinerja LPDB selama ini, Braman menjelaskan selama 2006 sampai Agustus 2017 sudah merangkul 4.300 mitra dengan dana tersalur Rp 8,4 triliun. Sementara sisa outstanding dana LPDB sampai Agustus 2017 masih sebesar Rp 1,2 triliun.

“Ini yang saya minta dinas-dinas untuk proaktif mendatangi mitra, apa ada kesulitan atau yang lain,” pinta Braman. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.