Rabu, 1 Desember 21

LPDB Ajak Pelaku KUKM Aktif Akses Dana Bergulir

LPDB Ajak Pelaku KUKM Aktif Akses Dana Bergulir

Banyuwangi, Obsessionnews – Direktur Bisnis Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB-KUMK), Kementerian Koperasi dan UKM, Warso Widanarto mengajak pelaku Koperasi dan UKM untuk secara aktif mengajukan permohonan pinjaman dana bergulir ke lembaganya. LPDB bertugas melaksanakan pengelolaan dana bergulir dalam bentuk pinjaman/pembiayaan dengan bunga rendah kepada Koperasi dan usaha mikro kecil menengah (KUMKM).

Permintaan itu disampaikan Warso Widanarto saat memberikan sambutan dalam acara Sosialisasi Program Pinjaman/Pembiayaan LPDB-KUMKM yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Banyuwangi bekerjasama dengan Bank Jatim di Banyuwangi, Jatim, Rabu (1/6/2016).

Turut hadir dalam kesempatan itu yakni, Direktur Agrobisnis & Usaha Syariah Bank Jatim Tony Sudjiaryanto, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kab. Banyuwangi Alief Rachman Kartiono dan para peserta pelaku KUKM dari wilayah Jember, Banyuwangi dan Situbondo.

“Untuk Jatim masih banyak, silahkan kalau nanti ingin serap dana LPDB. Oleh karena masih banyak, kami hadir untuk memberikan peluang kepada bapak-ibu sekalian,” ujar Warso disambut antusias peserta.

Lembaga ini dibentuk dengan tujuan untuk memberdayakan dan meningkatkan kemampuan, baik secara kuantitas maupun kualitas Koperasi dan UKM agar semakin maju dan berkembang, sehingga memiliki competitive advantage dalam persaingan pasar dalam negeri maupun global.

Dana yang digulirkan LPDB ini bukanlah dana hibah ataupun dana cuma-cuma, melainkan dana yang bersifat kredit yang diberikan secara bergilir kepada koperasi dan UKM. Dana ini adalah bentuk stimulus pemerintah kepada masyarakat. Agar masyarakat mampu mengembangkan usaha melalui modal yang diberikan oleh LPDB-KUMKM ini.

Secara nasional penyerapan dana bergulir hingga 2016 ini sudah mencapai Rp 7,3 triliun kepada 213.801 UMKM melalui 3.446 mitra Koperasi dan Non Koperasi. Sedangkan untuk Jatim Rp 1,1 triliun kepada 52.997 UMKM melalui 309 mitra Koperasi dan Non Koperasi. Khusus untuk tiga Kabupaten yakni Banyuwangi, Jember, Situbondo, Warso mengatakan dana bergulir yang sudah terserap Rp 60 miliar kepada 40 debitur. Rinciannya untuk Banyuwangi Rp.25,8 miliar, Jember Rp 34,1 miliar dan Situbondo Rp 200 juta.

“Barang kali belum ada yang dapat informasi yang benar mengenai LPDB, maka dengan sosialisasi ini harapan kami supaya bapak-ibu akan menyampaikan permohonan proposal pembiayaan kepada LPDB, baik langsung atau tidak langsung melalui Bank Jatim. Masih ada banyak peluang,” tegasnya.

Lebih lanjut ia mengemukakan bahwa sosialisasi kepada pelaku KUKM sangat penting untuk dilakukan secara rutin agar Rp 1 triliun dana bergulir yang dikelola oleh LPDB dapat terserap lebih cepat, dengan begitu tambahan alokasi dana bergulir melalui APBNP 2016 sebesar Rp 1 triliun bisa diberikan lagi oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan RI.

“Pada kesempatan ini kami tidak hanya sosialisasi saja tapi kami juga membimbing dalam hal menyusun permohonan, sampai besok kalau bisa syaratnya masuk bisa kami bawa ke Jakarta,” pinta dia.

Direktur Agrobisnis & Usaha Syariah Bank Jatim Tony Sudjiaryanto menambahkan sinergitas antar lembaga baik itu Bank Jatim, LPDB dan Dinas Koperasi harus terus ditingkatkan dalam rangka mengembangkan sektor KUKM di daerah. Bank bertugas mensuport pembiayaan operasinal UKM, LPDB membantu sumber dana, sedangkan Dinas Koperasi akan membina dan membimbing UKM.

“Sosialisasi ini merupakn hal penting bagi UKM sehingga usaha bapak-ibu bisa dibantu langsung LPDB atau melalui Bank Jatim. Sinergi ini perlu dikembangkan baik dengan LPDB maupun dinas karena kita punya tugas dan tanggung jawab masing-masing.”

“Sinergi ini perlu ditingkatkan, sehingga bisa kuatkan ekonomi daerah. Kami harapkan sosialisasi ini berguna bagi bapak-ibu sekalian dan kami sebagai tuan rumah mohon maaf apabila dalam pelaksaan ini ada kekurangan baik tempat maupun hidangan kurang berkenaan,” lanjut Tony.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kab. Banyuwangi Alief Rachman Kartiono menambahkan masyarakat di wilayahnya terus melakukan pembenahan dari tahun ke tahun. Banyuwangi yang dulu sempat dicap sebagai daerah santet, kini sudah mampu membangkitkan ekonominya melalui penguatan sektor pariwisata. Hal itu tidak lain karena adanya kerja sama dan dukungan dari berbagai pihak termasuk LPDB.

“Alhamdulillah sudah kita rasakan tahun 2010 kita dibayang-bayangi dua kabupaten besar terutama Malang dan Jember, tapi tahun 2014 kita sudah bisa salip Kabupaten Malang (soal PDRB). Ini berkat kerja keras semua pihak termasuk LPDB dan Bank Jatim disisi pembiayaan,” kata Alief.

Ia menjelaskan bahwa saat ini jumlah Koperasi di Kabupaten Banyuwangi sebanyak 866 Koperasi, yang aktif 732 Koperasi, sedangkan yang mati suri sebanyak 143 Koperasi. Untuk data UKM tahun 2012 di Banyuwangi sebanyak 131 ribu, meningkat pada tahun 2014 menjadi 296 UKM. Dia meyakini semakin tumbuhnya Koperasi dan UKM di daerah maka kontribusinya untuk PDRB akan semakin besar pula.

“Koperasi dan UKM saya yakin berikan porsi besar dalam pembangunan ekonomi di Banyuwanyi, saya prediksi di atas 50 persen. Maka ini jadi bagian penting dari pergerakan ekonomi di Banyuwangi,” pungkas Alief. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.