Rabu, 25 Mei 22

LP2K Semarang Wacanakan Sweeping Jajanan ‘Bikini Snack’

LP2K Semarang Wacanakan Sweeping Jajanan ‘Bikini Snack’

Semarang, Obsessionnews.com – Sebuah produk makanan kecil membuat heboh jagad dunia maya akhir-akhir ini. Produk bernama ‘Bikini Snack’ atau singkatan dari Bihun Kekinian dinilai sejumlah kalangan berbau pornografi karena memuat tagline ‘remas aku’ di kemasannya.

Penelusuran obsessionnews.com, Bikini Snack diedarkan melalui toko-toko online, seperti tokopedia hingga bukalapak.com. Termasuk juga akun yang diduga resmi dengan alamat bikini_snack di jejaring sosial instagram.

Camilan berbentuk mie kering ini kemungkinan besar berasal dari wilayah Jakarta. Penjualan makanan ringan tersebut sudah merambah kota-kota besar seperti Malang, Bali, Bandung, Yogyakarta, hingga Pekanbaru dan Medan.

Bahkan wilayah yang terkenal sebagai daerah syariah yakni Aceh juga saat ini telah terdapat penjual Bikini Snack. Peredaran Bikini Snack membuat beberapa masyarakat setempat merasa risih. Selain tagline kontroversial, gambar kemasan juga dinilai senonoh karena memuat tubuh wanita.

Termasuk juga di Kota Semarang. Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen (LP2K) Kota Semarang khawatir atas beredarnya jajanan yang menyimbolkan pornografi di berbagai daerah. Ketua LP2K Kota Semarang, Ngargono menilai Bikini Snack dapat merugikan konsumen, khususnya anak-anak.

“Saat ini kami belum menemukan laporan adanya peredaran produk itu. Tapi, kalau sampai beredar di Semarang itu jelas sangat merugikan konsumen, terutama anak-anak,” ujarnya, Rabu (3/8/2016).

Pihaknya kini tengah merencanakan aksi sweeping terhadap produk Bikini Snack di toko-toko penjual makanan kemasan. Ia menegaskan makanan kecil Bikini Snack tidak layak dijual karena dapat meracuni pikiran anak dengan tindakan tidak senonoh.

“Oleh sebab itu, kami berencana melakukan koordinasi dengan lembaga-lembaga terkait untuk melakukan sweeping produk itu di pasaran,” kata dia.

Ngargono menjelaskan produk dimaksud melanggar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 69 Tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan. Dalam peraturan, diatur bahwa produk makanan harus dibungkus secara baik dan tidak menyesatkan masyarakat.

“Kalau kemasannya seperti itu jelas menyesatkan konsumen, terutama anak-anak. Oleh karena itu, kami juga akan mendesak BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) untuk memperketat peredaran jajanan ini,” tandasnya. (ihy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.