Senin, 18 Oktober 21

Longsor Tanah Tiga Kali Hantam Banjarnegara

Longsor Tanah Tiga Kali Hantam Banjarnegara

Banjarnegara, Obsessionnews – Untuk kesekian kalinya, longsor terjadi di Desa Clapar, Kecamatan Madukara, Kab Banjarnegara pada Kamis (24/3/2016) pukul 19.00 WIB. Longsor kedua terjadi lokasi yang sama pada Jumat (25/3/2016) pukul 01.30 WIB, yang kemudian disusul longsor ketiga pada pukul 06.00 WIB.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, area terdampak longsor mencapai 5 hektar dan terus bergerak sejauh 1,2 kilometer.

“Tipe longsoran yang terjadi adalah longsoran merayap (soil creep) yang bergerak secara perlahan-lahan sehingga masyarakat dapat mengantisipasi melakukan evakuasi,” ujar dia, Jum’at (25/3 /2016).

Sementara longsor yang terjadi terakhir membuat 9 rumah rusak berat, 3 rumah rusak sedang, 2 rumah rusak ringan, dan 29 rumah terancam longsor susulan. Sebanyak 158 jiwa warga RT 3-5 RW 1 mengungsi ke SD 2 Clapar, Madukara.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo telah menginstruksikan BPBD Provinsi Jateng dan BPBD terdekat seperti BPBD Kab Wonosobo, Banyumas, Purbalingga dan Cilacap membantu evakuasi dan pemenuhan kebutuhan dasar bagi pengungsi. Logistik dan peralatan juga telah dikerahkan ke lokasi.

“Posko Aju, posko pengungsian, dan dapur umum telah didirikan. Sebanyak 300 personil gabungan dari BPBD Kabupaten Banjarnegara bersama Kodim 0704 Banjarnegara, Polres Banjarnegara, Banser, PMI, Tagana, Bela Negara, dan relawan membantu evakuasi warga ke tempat yang aman,” jelasnya.

Kondisi terkini, tanah di wilayah tersebut terus bergerak. Listrik telah dipadamkan dan akses jalan utama Kabupaten Banjarnegara Pagentan melalui Madukara terputus total. Daerah di sekitar lokasi dikosongkan guna antisipasi longsor susulan mengingat area longsor cukup luas.

“Dengan kondisi seperti itu sudah tidak layak untuk menjadi permukiman karena tanah sangat labil dan membahayakan,” tandasnya.

Wilayah di Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah, memang rawan longsor. Kondisi geologi dan topografi secara alamiah memang mudah terjadi longsor. (Yusuf IH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.