Kamis, 24 Oktober 19

Longsor di Purworejo, Tanggap Darurat 30 Hari

Longsor di Purworejo, Tanggap Darurat 30 Hari

Jakarta, Obsessionnews.com – Upaya mencari korban longsor yang masih hidup di Purworejo, serta merelokasi warga, membuat Bupati Purworejo, Jawa Tengah, Agus Bastian menetapkan status tanggap darurat selama sebulan.

“Kendala yang paling berat adalah proses evakuasi korban yang tertimbun longsor, terutama di Desa Donorati. Alhamdulillah sudah ada bantuan dari pusat. Kami menetapkan kondisi tanggap darurat, dari 19 juni hingga 18 Juli 2016,” ujar Agus Bastian, seperti dilansir laman BNPB, Senin (20/6/2016).

baca juga:

BNPB Ingatkan Banjir Rob Bakal Terjadi Pekan Ini

BNPB Tawarkan Pencegahan Bencana di PBB

Korban Longsor Terparah di Purworejo

Agus juga menambahkan, pihaknya akan melakukan perbaikan infrastruktrur yang rusak, setelah upaya evakuasi selesai.

Data BPBD menyebutkan total korban banjir dan longsor 40 orang meninggal dunia, 7 orang hilang, dan 10 luka-luka.

Terkait dengan mereka yang masih hilang, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Willem Rampangilei meminta dukungan Polri untuk menerjunkan anjing pelacak.

Data terkini menyebutkan bahwa 19 rumah rusak berat dan 41 rumah terpendam, sedangkan 3 jembatan rusak. Ketiga jembatan yang rusak tersebut berada di Kecamatan Loning, Mranti dan Caok. BPBD masih terus melakukan pendataan di lapangan.

Upaya tanggap darurat melibatkan multipihak yang dipimpin BPBD Kabupaten Purworejo. Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Longsor telah dibentuk segera setelah insiden tersebut.

Willem memberikan tiga arahan prioritas, yaitu memprioritaskan pencarian korban hilang, menangani masyarakat yang terdampak, dan melakukan upaya mitigasi structural dan non struktural.

“Bentuk mitigasi yang akan dilakukan adalah merestorasi sungai, pemerintah setempat akan bekerjasama dengan Kementerian PU untuk membantu mempercepat pemulihan pascabencana,” tambah Willem.

Sedangkan di Kebumen, banjir dan longsor menyebabkan 2 meninggal dan 6 hilang. Di samping itu, puluhan rumah rusak dan ratusan lain terendam banjir, sedangkan 4 jembatan rusak di lokasi yang berbeda.

Pemerintah Kabupaten Kebumen menetapkan masa tanggap darurat 15 hari, terhitung pada 19 Juni hingga 3 Juli 2016. Selama masa tanggap darurat, Komandan Kodim 0709 ditunjuk oleh Bupati Kebumen sebagai Komandan Tanggap Darurat.

Banjir dan longsor di Kebumen dipicu oleh hujan yang terjadi di sebagian besar wilayah ini sejak pukul 15.00 hingga 24.00 waktu setempat.

Sementara itu, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk periode 20 – 22 Juni 2016. Peringatan BMKG menyebutkan bahwa beberapa wilayah berpotensi hujan lebat disertai kilat dan angin kencang atau puting beliung. Wilayah yang berpotensi antara lain Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang Bekasi, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta dan Jawa Timur.

Menyikapi insiden yang melanda Jawa Tengah dan peringatan dini cuaca, Kepala BNPB menghimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan mengantisipasi potensi banjir dan longsor karena potensi curah hujan yang tinggi. @reza_indrayana

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.