Minggu, 26 Juni 22

Lompatan Revolusioner Kemensos Entaskan Kemiskinan Melalui PKH

Jakarta, Obsessionnews.comSejak dilantik menjadi Presiden ke-7 RI pada 20 Oktober 2014, Joko Widodo (Jokowi) berkomitmen mengentaskan kemiskinan. Salah satu terobosan besar pemerintahan Jokowi dalam upaya pengentasan kemiskinan adalah Program Keluarga Harapan (PKH) yang dilaksanakan oleh Kementerian Sosial (Kemensos).

PKH adalah program bantuan sosial (bansos) bersyarat. Program ini secara internasional dikenal sebagai program Conditional Cash Transfers (CCT) atau program Bantuan Tunai Bersyarat. PKH bertujuan meningkatkan aksesibilitas pelayanan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial. Program ini untuk mengurangi beban pengeluaran keluarga miskin, dan dalam jangka panjang dapat memutus rantai kemiskinan dan kesenjangan.

Penerima PKH harus memenuhi komponen kesehatan, yakni ibu hamil dan atau ibu yang memiliki balita. Selain itu memenuhi komponen pendidikan, yaitu memiliki anak usia sekolah dari SD-SMA. Atau di dalam keluarga tersebut terdapat penyandang disabilitas berat dan atau lanjut usia di atas 70 tahun.

Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen pemerintah memberikan layanan terbaik kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH. Total jumlah penerima PKH pada tahun 2017 adalah 6 juta KPM dari sebelumnya 3 juta KPM.

Khofifah mengungkapkan, penyaluran bansos secara non tunai yang telah dimulai sejak November 2016 merupakan sebuah lompatan besar yang revolusioner dalam sejarah program pengentasan kemiskinan di Indonesia. Penerima manfaat yang dulu harus mendatangi kantor pos untuk mencairkan bansos, harus mengantri lama karena waktu pengambilan bersamaan, maka kini dengan era baru pencairan bansos melalui non tunai dengan sistem perbankan akan terlayani jauh lebih baik lagi.

Ketika berbasis perbankan dan diberikan non tunai, maka manfaat yang dirasakan KPM adalah mereka punya Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang punya fitur saving account. Sehingga bisa menabung, lalu fitur e-wallet yang memungkinkan KPM mendapat beragam bansos dan subsidi yang terintegrasi dalam satu kartu.

“Ini adalah sejarah yang patut kita catat. Betapa kini warga prasejahtera yang menjadi penerima PKH mulai mengenal perbankan, bisa menabung karena punya buku tabungan dan KKS yang bisa digunakan akses ke ATM. Sewaktu-waktu mereka perlu uang tinggal mencairkan ke ATM atau agen bank atau e-warong terdekat, ada BNI Layanan Gerak (BLG) berbasis mobil multifungsi maupun Teras Kapal BRI yang melayani wilayah pesisir dan kepulauan Indonesia,” tandasnya.

Bahkan, lanjutnya, di Solo sudah ada e-Warong Mobile menjangkau KPM yang tinggal jauh dari lokasi e-warong atau agen bank.

“Intinya pemerintah secara bertahap ingin memberikan layanan terbaik kepada KPM. Memperlakukan mereka seperti layaknya nasabah prioritas,” tegas Khofifah. (@arif_rhakim)

 

Baca Juga:

Mensos Pastikan Kesiapan PKH Non Tunai untuk 6 Juta Penerima

Mensos Jamin Perluasan PKH Tepat Sasaran

Mensos: Tahun 2018 PKH Jangkau 10 Juta Penerima

Desember 2016 Ada 1 Juta Penerima Bansos PKH Non Tunai

 

 

 

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.