Minggu, 14 Juli 24

Logo Pekalongan Diinjak, Pemkot Laporkan FRPB ke Polisi

Logo Pekalongan Diinjak, Pemkot Laporkan FRPB ke Polisi
* Kuasa Hukum Pemkot Pekalongan, Arif NS (dua dari kanan), bersama Kabag Hukum Setda Kota Pekalongan Munsyi Rofiana (paling kanan), serta Kasatpol PP Yos Rosyidi (tiga dari kanan), ditemui Kasatreskrim Polres Pekalongan Kota AKP Dwi Budiyanto (paling kiri), untuk melaporkan penghinaan bendera logo Kota Pekalongan, Senin (8/6/2015) siang.

Pekalongan, Obsessionnews – Buntut aksi unjuk rasa Forum Masyarakat Pekalongan Bersatu (FRPB) pada Jumat (5/6/2015) lalu membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan terpaksa melaporkan mereka ke pihak berwajib.

Kuasa Hukum Pemkot, Arif NS didampingi Kabag Hukum Setda Kota Pekalongan Munsyi Rofiana beserta Kasatpol PP Yos Rosyidi mendatangi Mapolres Pekalongan Kota, Senin kemarin (8/6/2015) untuk melaporkan pihak-pihak yang telah menurunkan bendera logo Pemkot Pekalongan dalam aksi demo.

“Kedatangan kami adalah dalam rangka untuk melakukan pengaduan atas dugaan tindak pidana penghinaan yang dilakukan sekelompok orang di muka umum terhadap penguasa, yaitu khususnya (terhadap) Pemerintah Kota Pekalongan,” ungkap Arif, usai menemui Kasatreskrim Polres Kota Pekalongan, AKP Dwi Budiyanto.

Arif mengatakan, perbuatan yang dilakukan para pendemo dinilai sudah diluar batas. Menurutnya, mereka telah melanggar Pasal 207 tentang penghinaan terhadap penguasa dan Pasal 170 KUHP tentang sanksi hukum bagi para pelaku kekerasan terhadap orang atau barang di muka umum.

Seperti diketahui, pada aksi demo Jumat lalu, massa menurunkan bendera logo Kota Pekalongan yang merupakan simbol kehormatan Pemkot Pekalongan sambil menginjak-injak bendera. Para peserta melakukan penolakan terhadap logo baru Kota Pekalongan dan merger kelurahan dengan mendatangi kompleks gedung DPRD Kota Pekalongan.

Meski begitu pihaknya enggan menyebutkan secara detail siapa saja yang dilaporkan kepada kepolisian. Arif mengungkapkan telah mengantongi berbagai bukti mulai dari rekaman video ataupun keterangan saksi.

“Pokoknya nanti ada. Kita menghormati asas praduga tak bersalah. Salah satu yang kita laporkan, inisialnya ES,” imbuhnya. (Yusuf IH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.