Sabtu, 2 Juli 22

Liverpool vs Real Madrid, Duel Dua ‘Monster Mentalitas’ di Liga Champions

Liverpool vs Real Madrid, Duel Dua ‘Monster Mentalitas’ di Liga Champions
* Ilustrasi Liverpool vs Real Madrid di Liga Champions 2022. (Sportstars.id)

Liverpool vs Real Madrid yang dijadwalkan bertempur di final Liga Champions 2022 pada Sabtu (28/5) malam waktu Perancis atau Minggu dini hari WIB, disebut sebagai duel antara dua “Mentality Monsters” (Monster Mentalitas).

Bukan hanya Liverpool, Real Madrid juga sangat layak memegang reputasi sebagai monster mentalitas dengan kedahsyatan spirit mereka.

“Mentality Monsters” adalah jargon yang kerap didengungkan manajer Liverpool Jurgen Klopp untuk menggambarkan kekuatan mental anak-anak asuhnya.

Namun, sebagaimana ditegaskan Xabi Alonso, istilah serupa juga amat layak disandang Real Madrid, lawan The Reds dalam laga final Liga Champions, Sabtu (28/5) malam waktu lokal atau Minggu dini hari WIB, yang bisa Anda saksikan melalui live streaming di Vidio.

Bagaimana tidak, tiga kali beruntun dalam partai fase gugur musim ini, Madrid besutan Ancelotti selalu bangkit dari keterpurukan untuk mengeliminasi lawan-lawan mereka.

“Saya suka saat Jurgen mengatakan mereka [Liverpool] adalah ‘mentality monsters’ karena tidaklah mudah melakukan apa yang mereka lakukan,” kata Xabi Alonso kepada BT Sport.

“Bukan hanya tahun ini, ini sesuatu yang telah mereka lakukan dalam beberapa tahun terakhir dan mereka memang memiliki mentalitas tersebut,” imbuh eks gelandang Liverpool dan Madrid ini.

Kedahsyatan spirit Liverpool telah terbukti tidak hanya melalui dua kemenangan adu penalti atas Chelsea di final Piala Liga Inggris dan Piala FA, tapi juga di kancah Eropa.

Liverpool Barcelona
Sama seperti Madrid, kubu Merseyside Merah juga gemar melakukan comeback fenomenal. Salah satu yang paling dikenang tentunya saat mereka memukul Barcelona 4-0 di Anfield pada semi-final Liga Champions 2019 setelah menyerah 3-0 di Camp Nou. Liverpool jadi juara tahun itu usai menaklukkan sesama tim Inggris, Tottenham Hotspur, 2-0 di partai puncak.

Untuk mencapai final musim ini, lagi-lagi Liverpool mesti melakoni comeback. Kemenangan 2-0 atas Villarreal saat jadi tuan rumah di semi-final leg pertama bikin Liverpool lengah.

Mohamed Salah cs. sempat kebobolan dua gol terlebih dulu saat bertandang ke El Madrigal pada pertemuan kedua. Berhasil menyamakan agregat, momentum “seharusnya” berada di pihak Villarreal, tapi justru Liverpool yang bangkit dan berbalik menang 3-2!

“Tapi, final adalah hal lain,” Alonso memperingatkan The Reds.

“Final adalah partai terbesar dan momen saat Anda harus menunjukkan mentalitas tersebut karena Madrid, mereka adalah ‘mentality monsters’ lainnya jadi ini akan menjadi duel yang sangat, sangat besar.”

Kontra PSG, Madrid kalah 1-0 di Paris dan sempat tertinggal oleh gol Kylian Mbappe di Santiago Bernabeu sebelum hat-trick Karim Benzema di babak kedua menamatkan perjalanan tim Mauricio Pochettino.

Cerita agak berbeda tapi tetap mengesankan tertulis di perempat-final. Madrid membawa pulang kemenangan nyaman 3-1 dari Stamford Bridge, tapi hampir kena comeback Chelsea di Spanyol.

The Blues sempat memimpin tiga gol tanpa balas dan unggul agregat 4-3. Los Merengues ogah menyerah. Gol Rodrygo di menit ke-80 membawa laga ke perpanjangan waktu, di mana aksi Benzema menghabisi kans Chelsea.

Sensasi paling gila diperlihatkan laskar Ancelotti di semi-final. Kendati terlihat lebih inferior nyaris sepanjang pertandingan di hadapan Manchester City, Madrid “hanya” kalah 4-3 di Etihad.

Los Blancos menolak tunduk meskipun Citizens kemudian mencetak gol dulu pada leg kedua lewat Riyad Mahrez di Santiago Bernabeu. Rodrygo lagi-lagi muncul sebagai penyelamat dari bangku cadangan.

Kali ini sang talenta Brasil memborong dua gol dalam dua menit di momen-momen penghabisan (90′ dan 90+1′), dan kembali Benzema jadi penentu dengan penaltinya di extra time.

Jelas pantas kalau Real Madrid, seperti halnya Liverpool, memegang reputasi sebagai monster mentalitas. Lantas, siapa di antara dua tim fantastis ini yang akan bertakhta sebagai raja Eropa di Paris?

Liverpool Hajar Madrid?
Michael Owen telah mengungkapkan klub mana yang ia dukung di final Liga Champions, yang mempertemukan Liverpool dan Real Madrid di Stade de France, Minggu (29/5) dini hari WIB.

Eks The Reds dan Los Blancos itu lebih memilih klub Inggris tersebut.

Owen, yang pernah bermain untuk The Reds dan Los Blancos, lebih memilih klub yang bermarkas di Anfield itu untuk merengkuh si Kuping Lebar.

Kemungkinan karena Liverpool-lah yang telah membesarkan namanya, namun setelah pada 2004 ia hengkang ke Spanyol, ia hanya menjadi penghangat bangku cadangan karena kalah saing dengan Ronaldo Nazario.

“Saya pikir Liverpool lebih baik dari Real Madrid dan mereka bisa mengalahkan Madrid 3-1 atau 3-0, itu prediksi saya,” ujar Owen kepada Daily Mail.

“Saya pikir Liverpool bisa mengalahkan Madrid dengan cukup meyakinkan, karena mereka adalah tim yang luar biasa saat ini dan terlalu bagus untuk Real.”

Pemenang Ballon d’Or tahun 2001 itu menegaskan bahwa The Reds tak akan melakukan kesalahan yang sama seperti tim-tim Inggris lainnya yang menghadapi Madrid di fase gugur, yakni Chelsea dan Manchester City.

Dengan pengalaman yang dimiliki oleh pasukan Jurgen Klopp, Owen yakin musim ini akan menjadi milik Liverpool.

“Real Madrid baru saja melakukannya dengan sangat baik untuk mencapai final,” tambahnya.

“Saya yakin mereka percaya untuk bisa meraih gelar setelah apa yang terjadi di fase grup dan kemudian, tentu saja, [pertandingan mereka melawan] Chelsea luar biasa, bagaimana mereka bisa melewatinya.”

“Manchester City benar-benar menakjubkan, tetapi Madrid juga luar biasa dengan cara mereka melewati pertandingan itu.”

“Tapi saya pikir Liverpool sangat berpengalaman dan sangat bagus. Madrid tidak akan mau berurusan dengan Liverpool, karena saya pikir Real Madrid adalah tim terbaik dalam hal pengetahuan dan memenangkan pertandingan secara dramatis.” (Goal.com/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.