Minggu, 7 Maret 21

Liverpool ke Final Liga Champions Setelah “Bunuh” Barcelona

Liverpool ke Final Liga Champions Setelah “Bunuh” Barcelona
* Barcelona 0-4 Liverpool. (Sportskeeda)

Liverpool secara dramatis menembus partai final Liga Champions untuk dua musim secara beruntun setelah mengalahkan FC Barcelona dengan skor telak 4-0 (agregat 4-3) di Stadion Anfield, Selasa (7/5) waktu setempat atau Rabu (8/5) dini hari WIB.

Empat gol Liverpool dicetak masing-masing oleh Divock Origi (menit ke-7 dan ke-79) dan Georginio Wijnaldum (menit ke-54 dan ke-56).

Pada partai final yang akan berlangsung di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, 1 Juni mendatang, Liverpool akan menghadapi pemenang pertandingan semifinal kedua antara Tottenham Hotspurs dan Ajax Amsterdam.

Dalam komentarnya kepada BT Sport, pencetak gol penentu Liverpool, Georginio Wijnaldum mengaku sempat marah.

“Tidak bisa dipercaya. Setelah pertandingan di Spanyol, kami percaya diri dan bisa mencetak empat gol dan menang 4-0. Orang-orang di luar meragukan kami dan mengira kami tidak bisa melakukannya. Tapi sekali lagi kami menunjukkan segala sesuatunya mungkin dalam sepak bola.

“Saya benar-benar marah karena manajer menempatkan saya di bangku cadangan. Saya hanya mencoba membantu tim. Saya gembira saya bisa melakukannya dengan dua gol.”

Secara terpisah, manajer Liverpool, Jurgen Klopp, mengaku anak-anak asuhannya bermain sangat baik dan tidak terduga.

Bahkan, Klopp mengaku tidak melihat proses terjadinya gol penentu yang disarangkan Divock Origi pada menit ke-79, setelah menerima umpan sepak pojok Trent Alexander-Arnold yang memanfaatkan kelengahan barisan pertahanan Barcelona.

“Kami harus serius. Tapi kami juga harus cerdik. Itu perlu. Barcelona bertahan dengan cara yang bisa diduga. Namun, pada saat-saat tertentu, kami harus bertindak tak terduga. Saya melihat bola melesat ke gawang, saya tidak melihat sepak pojoknya.”

“Saya tidak melihat siapa yang mengambil tendangan sudut. Ben Woodburn berkata, ‘apa yang terjadi?'” papar Klopp kepada BT Sport, seraya menyebut pemain muda Liverpool di bangku cadangan.

Bagi Barcelona, kekalahan ini mengulang kejadian serupa pada babak perempat final Liga Champions musim 2017/2018 lalu ketika Lionel Messi dan kawan-kawan dihajar 0-3 oleh AS Roma walau mengantongi kemenangan 4-1 pada pertandingan pertama.

“Saya meminta maaf kepada para fans karena setelah peristiwa di Roma, hal seperti itu terjadi lagi. Sangat sulit jatuh seperti itu dengan hasil baik pada pertandingan pertama,” kata gelandang Sergio Busquets.

Menanggapi kekalahan dari Liverpool, Ernesto Valverde selaku pelatih Barcelona menyatakan dirinya harus memikul tanggung jawab.

“Saya tidak tahu bagaimana hal ini akan berdampak kepada saya. Beginilah kami sekarang, pelatih harus bertanggung jawab. Ini sangat menyakitkan bagi kami, khususnya pendukung kami. Ini tahun kedua pihak lawan bisa berbalik unggul seperti itu.”

 

Main Seperti Tim Junior
Luis Suarez menuding Barcelona bertahan seperti bocah dan menghaturkan permintaan maaf kepada suporter setelah jawara La Liga itu kolaps dalam kekalahan 4-0 melawan Liverpool dan tersingkir dari Liga Champions dini hari tadi.

Suarez membela Valverde dan menegaskan ia serta rekan setim bertanggung jawab atas kegagalan di semi-final Liga Champions.

Divock Origi dan Georginio Wijnaldum mencetak masing-masing dua gol saat Liverpool bangkit dari desifit tiga gol di Camp Nou pekan lalu untuk menembus final Liga Champions untuk kedua kali beruntun berkat menang agregat 4-3.

Pemain pengganti Wijnaldum mengemas dua gol dalam dua menit di awal babak kedua sebelum Origi menambah kemenangan di hadapan the Kop di Anfield.

Kekalahan dari Liverpool memanaskan nasib Ernesto Valverde, namun ia membela sang pelatih dan mengatakan hasil ini murni karena kesalahan pemain.

“Kami-lah yang bermain, pelatih membuat taktik yang ia buat di leg pertama,” katanya kepada reporter. “Kami, para pemain, harus sadar, kami-lah yang bermain.

“Kami harus meminta maaf atas sikap ini, kami bukan sebuah tim. Kepada keluarga kami, anak-anak kami, fans, kami harus meminta maaf kepada mereka, tidak bisa dalam semenit kami kebobolan dua gol.

“Di gol keempat kami tampak seperti tim junior. Kami harus memahami semua kritik yang akan menghujani kami.”

Lakukan Kesalahan Kayak Anak Kecil
Mantan pelatih Real Madrid Jose Mourinho mengkritik keras Barcelona, yang disingkirkan secara dramatis oleh Liverpool pada semi-final Liga Champions dini hari tadi (8/5).

The Special One mengaku tidak membayangkan Liverpool bisa membalikkan kedudukan setelah tertinggal 3-0 dari Barcelona.

Blaugrana yang unggul tiga gol tanpa balas di leg pertama, secara mengejutkan menelan kekalahan 4-0 saat bertandang di Anfield dengan Divock Origi dan Giorgino Wijnaldum masing-masing mencetak brace untuk mendepak Lionel Messi dan kawan-kawan.

“Ketika Anda melihat hasil akhir seperti ini, Anda juga harus berbicara tentang keruntuhan, dan Barcelona benar-benar runtuh,” ujar The Special One kepada beIN Sports.

“Gol ke-empat, jika Anda melihat gol itu pada pertandingan U-14 atau U-15, Anda akan mengatakan ‘anak-anak tertidur, anak-anak tidak memiliki mentalitas bermain sepakbola, anak-anak harus mempelajari dasar sepakbola’.

“Tetapi kita membicarakan pemain-pemain terbaik di dunia, dan untuk kemasukan gol seperti itu benar-benar memperlihatkan situasi pikiran Anda.

“Barcelona memiliki beberapa pemain terbaik dunia. Habitat alami mereka untuk bermain pada level itu. Habitat alami mereka bermain di laga Barcelona-Real Madrid, final Liga Champions, semi-final, setiap musim.

“Ini sesuatu yang sangat sulit saya jelaskan. Sungguh sulit bagi saya mempercayai bahwa tim saya menang 3-0 di leg pertama dan kami akan kalah 4-0 di leg kedua.

“Bagaimana menjustifikasi itu snagat sulit. Saya ingin melihat Ernesto Valverde berusaha menjelaskan, tetapi saya yakin itu juga akan sangat sulit bagi dia.” (goal.com/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.