Minggu, 28 Februari 21

Listyo Sigit Punya Kemampuan Menata Polri Lebih Promoter

Listyo Sigit Punya Kemampuan Menata Polri Lebih Promoter
* Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo. (Foto: Divisi Humas Polri)

Jakarta, Obsessionnews.comPengangkatan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) adalah hak prerogatif Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam mengangkat seorang perwira tinggi (pati) Polri menjadi Kapolri, Presiden tentunya bertujuan untuk memajukan jajaran kepolisian agar bisa menjadi profesional, modern, dan terpercaya (promoter).

“Sehingga yang dipilih Jokowi adalah kader-kader terbaik Polri,” ujar Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane dalam pesan singkatnya kepada obsessionnews.com, Senin (18/1/2021).

 

Baca juga:

Calon Kapolri Listyo Sigit Prabowo Didukung Tokoh dan Ormas Islam

Komisi III DPR Nilai Transaksi Keuangan Calon Kapolri Listyo Sigit Prabowo Masih Wajar

Ketum ICMI Sebut Sigit Calon Kapolri Pilihan Terbaik Jokowi

 

Menurut dia, dalam hal ini tentunya Jokowi sudah mendapat berbagai masukan dan mendengar berbagai pendapat dari internal maupun kalangan eksternal kepolisian, sebelum memutuskan siapa pati yang pantas diangkat menjadi Kapolri.

Seperti diketahui, Jokowi telah resmi mengirimkan Surat Presiden (Surpres) terkait nama calon Kapolri baru yang akan menggantikan Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Nama pejabat polri yang diajukan Jokowi tersebut adalah Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri.

Neta mengungkapkan, melihat kiprah Sigit selama ini IPW berkeyakinan mantan ajudan Jokowi itu punya kemampuan untuk menata organisasi polri dan mau mendengar masukan banyak pihak untuk membawa Polri lebih promoter.

“Publik memang harus bersabar menunggu polri paradigma baru ditangan kapolri Sigit,” ujarnya.

Menurut Neta, harapan ini penting disandarkan mengingat begitu banyaknya persoalan di eksternal kepolisian yang akan dihadapi Sigit ke depan. Jangan sampai konsentrasi Sigit dalam menghadapi berbagai persoalan di masyarakat, menjadi buyar gegara rumit dan njelimetnya persoal di internal kepolisian.

“Sigit harus bertangan dingin dalam menata dan membawa polri yang promoter hingga tahun 2027 di saat dia pensiun,” pungkasnya. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.