Senin, 18 November 19

LinkAja Bantu Pemerintah Tingkatkan Inklusi Keuangan di Indonesia

LinkAja Bantu Pemerintah Tingkatkan Inklusi Keuangan di Indonesia
* Acara LinkAja memaparkan visi, misi, dan keunikan brand LinkAja di kantor pusat LinkAja, Jl Jenderal Sudirman, SCBD Lot 11 A, Jakarta, Kamis (4/7/2019). (Foto: Kapoy/OMG)

Jakarta, Obsessionnews.com – Sebagai teknologi finansial yang bertujuan membantu meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia, LinkAja tentu memiliki sumber daya manusia dengan potensi terbaik.

Dalam kesempatan tersebut, jajaran top management LinkAja memaparkan visi, misi, dan keunikan brand LinkAja di kantor pusat LinkAja, Jl Jenderal Sudirman, SCBD Lot 11 A, Jakarta, Kamis (4/7/2019).

Hadir beberapa nama lainnya yang tentunya tidak kalah berperan dalam mengembangkan LinkAja untuk menjadi teknologi finansial kebanggaan bangsa. Salah satu jajaran top management LinkAja itu adalah Chief Marketing Officer (CMO) LinkAja Edward Kilian Suwignyo.

Edward mengungkapkan, untuk mengatasi tantangan utama teknologi finansial, yang dilakukan adalah membiasakan masyarakat Indonesia untuk melakukan pembayaran secara elektronik.

Tidak di pungkiri, pembayaran elektronik memang sudah akrab digunakan oleh masyarakat perkotaan. Namun tujuan LinkAja untuk dapat diakses oleh beragam lapisan masyarakat secara merata di seluruh Indonesia tentulah bukan perkara mudah.

Berpengalaman di dunia komunikasi pemasaran membuat Edward yang bergabung bersama LinkAja sejak bulan Mei 2019 ini terus memikirkan beragam terobosan yang dapat membuat masyarakat Indonesia tertarik menggunakan LinkAja.

Dia mengatakan, LinkAja merupakan salah satu sarana dari Kementerian BUMN untuk membantu pemerintah meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia.

“Sebagai teknologi finansial tentu saja kami harus memikirkan bagaimana LinkAja dapat mengakomodir segala kebutuhan esensial masyarakat di Indonesia,” ujar Edward di kantornya.

Oleh karena itu, lanjut dia, LinkAja hadir bukan untuk berkompetisi dengan produk pembayaran elektronik sejenis melainkan menawarkan sebuah terobosan yang berbeda kepada masyarakat.

Edward mengaku, pihaknya telah melakukan digitalisasi beragam layanan seperti program digitalisasi SPBU bersama Pertamina, pengenalan pembayaran nirsentuh di jalan tol dengan Jasa Marga, dan pembayaran digital di berbagai moda transportasi publik.

“Seperti kereta api, bis, LRT, MRT, pesawat dan lain-lainnya,” pungkas Edward. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.