Sabtu, 23 Oktober 21

Lima Bandar Narkoba Diringkus Polisi Makassar

Lima Bandar Narkoba Diringkus Polisi Makassar

Makassar, Obsessionnews – Lima bandar sabu yang terhubung dengan jaringan narkoba Malaysia berhasil diringkus Satuan Narkoba Polrestabes Makassar. Kelimanya adalah Rusli (50), Kasman (19), Zulkarnaen (40), Andra (42), dan Andi Lolo (32). Dari kelimanya polisi menyita barang bukti 1,7 kg sabu.

Menurut Wakil Kepala Satuan Narkoba Polrestabes Makassar Komisaris Polisi (Kompol) Muhammad Fajri Mustafa dalam konfrensi pers, Senin (7/3/2016), selain kelima Bandar tadi, polisi masih mengejar YY, seorang bandar lainnya.

“Awalnya seorang kurir Andi Lolo ditangkap pada 1 Februari 2016 lalu. Ia diringkus saat ‘menjemput’ sabu 1 kilogram dari Malaysia di jasa pengiriman barang di Jalan Pengayoman, Kecamatan Panakkukang, Makassar,” kata Fajri.

Dari hasil interogasi terhadap Andi Lolo, polisi kemudian melakukan pengembangan. Polisi sempat mengejar seorang bandar, Zulkarnaen, ke Kalimantan. Namun ternyata Zulkarnen sudah melarikan diri.

Setelah melalui proses pelacakan, Zulkarnaen pun akhirnya bisa ditangkap di Palu, Sulawesi Tengah. Zulkarnaen ditangkap dalam sebuah penggerebekan di sebuah rumah kontrakan di Jalan Zebra Malioboro, Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada Jumat (4/3/2016).

“Setelah penangkapan Zulkarnaen, polisi lalu meringkus Rusli dan Kasman di Salah satu hotel di Jalan Urip Soemohardjo, Makassar, Sulsel,” kata dia.

Dari keterangan Rusli dan Kasman, Tim Reserse Narkoba Polres Maros meringkus seorang bandar lainnya, Andra, bersama barang bukti 200 gram sabu yang dikemas dalam empat paket. Sementara dari tangan mereka, polisi menemukan 700 gram sabu yang dikemas dalam 14 paket.

Berdasarkan keterangan kelima tersangka, narkoba jaringan Pinrang ini mendapat barang haram dari Malaysia yang dikirim lewat Kalimantan.

“Saat ini keempat bandar diamankan di Mapolrestabes Makassar untuk penyidikan lebih lanjut. Mereka terancam Pasal 114 juncto 112 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal hukuman mati,” tegasnya.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.