Senin, 18 Oktober 21

LGBT di Afghanistan Terancam Dibunuh di Tempat

LGBT di Afghanistan Terancam Dibunuh di Tempat
* ilustrasi. (Getty)

Setelah Taliban berhasil kuasai Afghanistan, tidak ada tempat bagi kaum LGBT (lesbian, gay, biseksual, transgender) alias haram. Bahkan apabila ketahuan LGBT maka bisa dibunuh di tempat.

Sebelum Taliban menguasai Afghanistan, kehidupan laki-laki gay bernama Abdul sudah terancam bahaya. Identitas aslinya dalam liputan ini disamarkan atas alasan keamanan.

Jika dia berbicara tentang seksualitasnya kepada orang yang salah, Abdul bisa saja ditangkap dan dibawa ke pengadilan. Ada ketentuan hukum Afghanistan yang mengatur itu.

Namun sejak Taliban menguasai kota-kota besar di Afghanistan pekan lalu, Abdul berkata, jika seksualitasnya sekarang yang terungkap, dia terancam “dibunuh di tempat”.

Taliban merupakan kelompok dengan kekuatan bersenjata yang pekan lalu kembali menguasai Afganistan. Mereka dikenal bercita cita menegakkan cita-cita Islam secara syariah.

Hukum syariah yang diinterpretasi Taliban melarang homoseksualitas dan memuat ancaman mati bagi para pelakunya.

Saat terakhir kali Taliban berkuasa di Afghanistan, selama tahun 1996 hingga 2001, Abdul yang kini berusia 21 tahun belum lahir.

“Saya pernah mendengar orangtua dan orang-orang tua saya berbicara tentang Taliban,” kata Abdul.

“Kami menonton beberapa film terkait mereka, tapi sekarang saya seperti berada di dalam film itu,” ujarnya.

Bunuh LGBT di Tempat
Ayah Abdul, yang bekerja untuk pemerintah, bersembunyi karena takut terhadap Taliban.

Sebagian besar perempuan yang Abdul kenal tidak akan meninggalkan rumah karena takut kehilangan nyawa.

Beberapa di antara teman perempuannya mengambil risiko untuk keluar rumah, tapi hanya jika ditemani di oleh kerabat laki-laki.

Selama sepekan terakhir, pikiran Abdul melayang ke tempat yang paling gelap.

“Saya mengalami depresi berat. Saya punya pikiran untuk menyelesaikan hal ini. Saya tidak ingin menjalani kehidupan seperti ini,” kata dia.

“Saya ingin masa depan yang bisa saya jalani dengan bebas dan tidak ditunjukkan oleh orang-orang yang mengatakan Anda tidak bisa menjadi gay di sini.”

Abdul tidak berharap dengan janji-janji Taliban untuk memimpin Afganistan dengan cara berbeda dibandingkan periode kekuasaan terakhir mereka.

“Bahkan jika Taliban menerima seorang perempuan di pemerintahan, di sekolah, mereka tidak akan pernah menerima orang gay atau LGBT. Mereka akan membunuh mereka semua di tempat.” (Red)

Sumber: BBC News

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.