Kamis, 9 Desember 21

Lewatkan Bulan Ramadhan Bersama Keluarga Itu Indah

Lewatkan Bulan Ramadhan Bersama Keluarga Itu Indah

Jakarta, Obsessionnews – Bulan ramadhan sebagai bulan suci ditandainya umat muslim melaksanakan puasa selama 30 hari atau 1 bulan. Bagi orang muslim menjalankan ibadah ramadhan dengan khusyu maka ia akan digugurkan dosanya atau seperti anak yang baru lahir. Maka tak heran ribuan muslim dibelahan dunia selalu menantikan bulan yang suci tersebut.

Menurut Ketua DPW PPP Sulawesi Tenggara (Sultra) Laode Songko Panatagam (LSP) setiap muslim wajib menjalankan puasa seraya memperbanyak ibadah di bulan ramadhan. Kata LSP, selain momentum ibadah, tradisi turun temurun dalam momentum lebaran ditandai dengan banyaknya masyarakat melakukan mudik. Artinya bulan ramadhan juga dijadikan momentum untuk menjalin silatuhrahmi bagi keluarga yang merantau diluar kota untuk mudik kekampung halaman.

Bagi LSP melewati bulan ramadahn1437 Hijirah (H)/2016 Masehi (M) kali ini tidak ada yang berubah dengan tahun sebelumnya. Seperti orang kebanyakan dalam menyabut puasa, LSP akan melewatkan bersama orang tua dan kerabat di kampung halamannya Muna Barat, Sultra.

“Insya Allah saya akan mudik ke kampung halaman, melewatkan puasa pertama bersama orang tua dan kerabat punya nilai tersendiri. Sejak kuliah sampai tahun 2007, saya selalu puasa dirantau. Sehingga mama saya selalu bilang sempatkan pulang sesibuk apapun” katanya pada Obsessionnews.com, Kamis, (2/6/2016).

Selain menjalankan puasa bersama sanak keluarga, ia juga menggagendakan buka puasa bersama sahabat sekolah di Muna Barat, buka puasa bersama kader PPP di Kendari dan buka puasa bersama mahasiswa dan masyarakat Sultra di Yogyakarta. Baginya, melewatkan puasa di kampung halaman dan di kota Yogyakarta adalah keharusan baginya.

“Insya Allah hari pertama puasa dikampung, hari kesebelas di Jogja dan mudik lagi menjelang akhir puasa. Agenda buka puasa bersama mungkin empat sampai lima kali masing-masing di kampung, Kendari dan Jogja. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya” tuturnya.

Disinggung perihal kesannya melewatkan puasa seorang diri, LSP mengaku biasa saja. Baginya jika saat dirinya sudah berumah tangga barulah ada yang berubah dalam hal menyambut puasa.

“Kalau sudah nikah mungkin harus berbagi, dengan orang tua Saya dan mertua. Tapi itu nantilah, Saya menikmati saja setiap hal dan keadaan yang ada pada diri saya. Soal jodoh dan kapan menikah biarlah menjadi takdir dan rahasia Allah” harapnya.

Perihal menu buka puasa favoritnya, LSP mengaku tidak pilih-pilih. Masakan orang tuanya adalah yang terbaik baginya.

“Kalau mama saya biasanya suka buat kolak dan dadar. Saya pikir itu menu terbaik yang pernah saya cicipi. Mama saya jago memasak jadi menu apapun yang dihidangkan pasti rasanya enak” pujinya. (Asma)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.