Rabu, 1 Februari 23

Lewati Lingkungan Pesantren, Pelari Dihadang

Lewati Lingkungan Pesantren, Pelari Dihadang
* Ilustrasi Lomba lari. (Dok: Youtube)

Yogyakarta, Obsessionnews.com – Sekitar 1.000 orang pelari, peserta dari “Running UNISA 2018” melakukan serangkaian kegiatan dalam rangka Milad ke-27 Universitas Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, Selasa (1/5/2018).

Saat melewati kampung, salah satunya ke Mlangi, Kelurahan Nogotirto Kecamatan Gamping, Sleman, Yogyakarta, rombongan pelari perempuan mendapat perlakuan yang tidak mengenakan dari warga setempat.

Padahal, seluruh rute yang dilintasi peserta dalam Running UNISA 2018 dibawah supervisi dari Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) DIY.

Beberapa pelari yang mengalami insiden tersebut memutuskan untuk tidak meneruskan lomba hingga garis finis. Mereka tidak ingin insiden tersebut kembali terjadi.

“Panitia menghubungi pelari dan menyampaikan permintaan maaf. Mereka juga memutuskan ambil jalan lain, tidak masuk ke kampus (finis) agar tidak menambah masalah,” ucap Ketua Milad UNISA ke 27 sekaligus Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UNISA Ruhiyana.

Pantauan Obsessionnews.com, Minggu (6/5), di channel Youtube, dengan sumber News Kita, pada pukul 20:54 WIB, video yang berjudul “Insiden Pelari dihadang warga karena soal busana di Mlangi Sleman- Running UNISA 2018” telah ditonton 4,783 views.

Camat Gamping Abu Bakar menjelaskan, Mlangi  merupakan daerah pusat pondok pesantren. Pihak panitia seharusnya memahami aturan lomba lari, karena di kampung itu diharuskan warganya berpakaian harus sopan dan menutup aurat.

“Banyak santri yang belajar di sana. Mlangi juga ada aturan lokal, terkait berpakaian yang sopan dan menutup aurat,” ungkapnya kepada media, Sabtu (5/5/2018).

Abu Bakar mengakui mendukung kegiatan lari tersebut, jika pihak panitia sebelumnya melakukan koordinasi dengan desa dan kecematan setempat.

Sementara  Ruhiyana menyatakan, perizinan kegiatan Running UNISA 2018 sudah sesuai prosedur, sementara rute lomba lari berada dibawah supervisi PASI DIY.  “Insiden ini sudah selesai dan tidak ada masalah lagi,” katanya. (Popi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.