Senin, 26 September 22

Lepas Wamenkumhan, Kekayaan Deny Indrayana Meningkat

Lepas Wamenkumhan, Kekayaan Deny Indrayana Meningkat

Jakarta – Mantan Wakil Menteri Hukum dan Ham Deny Indrayana kembali mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi untuk menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) Jumat (19/12/2014). Sebagai mantan pejabat Deny wajib melakukan pelaporan tersebut.

Kepada awak media, Deny mengaku harta kekayaanya mengalami kenaikan ‎dibanding laporan sebelumnya pada saat masih menjabat sebagai wakil menteri. Namun, ia tidak mau mengatakan berapa jumlah persisnya hartanya.

“Iya ada kenaikan, nanti biar KPK saja yang menghitung,” ujarnya di KPK.

Deny menyampaikan, laporan harta kekayaan ini adalah untuk yang keempat kalinya. Pertama kali Deny melaporkan harta kekayaanya tahun 2010, pada saat menjabat sebagai staf khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kemudian tahun 2011
sebelum menjabat sebagai wakil menteri, dan pada saat menjadi wakil menteri 2012, dan terakhir sekarang 2014.

“Ini laporan saya yang keempat kalinya, karena aturanya kan diberi waktu dua bulan setelah menjabat,” terangnya.

Diketahui, saat menjabat sebagai staf khusus Presiden, harta Deny mencapai Rp 726.119.860 juta. Seiring dengan berjalannya waktu harta Deny terus meningkat puncaknya pada saat menjadi wakil menteri, dan saat ini Deny juga menjabat Komisaris Pertamina EP.

Juru bicara KPK Johan Budi juga mengatakan, laporan harta kekayaan wajib diserahkan bagi semua pejabat negara, baik pada saat sebelum menjabat maupun setelah menjabat. Mulai dari PNS golongan eselon 2 hingga 4 hingga pejabat politis seperti menteri DPR. Hal tersebut sudah diatur sesuai dengan UU/30/2002 tentang KPK. (Abn)

 

Related posts