Minggu, 24 Oktober 21

Lepas Saham Anak Usaha BUMN, BIE Sarankan Jangan Terlalu Tinggi

Lepas Saham Anak Usaha BUMN, BIE Sarankan Jangan Terlalu Tinggi
* Gedung Kementerian BUMN. (foto: liputan6.com)

Jakarta, Obsessionnews.com – Pemerintah optimistis bisa melepas saham atau Initial Public Offering (IPO) sekitar 10 anak usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tahun depan. Dari 10 anak usaha tersebut, lima di antaranya adalah anak usaha BUMN yang batal lepas saham tahun ini.

Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro menerangkan, tahun ini ada empat anak usaha BUMN yang telah melakukan IPO. Anak usaha BUMN yang telah IPO sendiri ialah PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk (GMFI). Disusul oleh PT PP Presisi dan PT Wika Gedung. Kemudian PT Jasa Armada Indonesia.

“Tahun depan lihat, saya lagi kumpulin, tapi ya harusnya sih yang carry over tahun ini akan jalan. Sekarang kan empat anak usaha. Garuda Maintenance, PP Presisi, Wika Gedung, Jasa Armada, masih ada 5 yang lain yang carry over,” kata dia di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (9/11/2017).

Rencana pemerintah melepas saham anak usaha BUMN menimbang kondisi pasar yang positif. Meski demikian, Aloysius masih enggan menyebut nama anak usaha tersebut. Menurutnya, pelepasan saham ini akan disebar atau tidak dalam waktu yang berdekatan. “Tapi sepanjang kuartal I, kuartal II, kuartal III bagusnya kita sebar,” tutup dia.

Sementara itu, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyarankan supaya anak usaha BUMN tak mematok harga tinggi saat melepas saham ke publik atau IPO. Sehingga, saham tersebut nantinya diburu investor.

Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengatakan, kalau perlu saham tersebut didiskon 20 persen. Sehingga, saham tersebut menjadi rebutan dan menguntungkan investor. “Lihat maksimum price lalu potong 20 persen untuk kepentingan investor, jangan maksimum pricemalah ditambah,” kata dia di Gedung BEI, Senin (13/11).

Menurut Tito, anak usaha BUMN bisa mendapat untung saat menerbitkan saham dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) pada saat menjual saham kembali atau rights issue. “Nih IPO maksimum price potong dong diskon 20 persen diskon kasih investor untung, nanti right issue baru ambil untung. Jangan maksimum price malah ditambah,” ujar dia.

Sejalan dengan itu, Tito juga meminta pemerintah untuk melepas saham BUMN maupun anak usaha BUMN. Dengan begitu, kinerja pasar modal akan semakin positif. “Coba tolong BUMN jangan berpendapat kalau pasar bagus baru privatisasi. Sebaliknya kalau privatisiasi pasar jadi bagus. Itu di dunia begitu. Salah satu tujuan IPO BUMN selain memperkuat industri adalah memperkuat pasar modal lokal,” katanya. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.