Senin, 4 Juli 22

Teror Ledakan Bom, Kepala Polisi Diminta Mundur!

Teror Ledakan Bom, Kepala Polisi Diminta Mundur!
* teror berupa ledakan bom di Sri Lanka. (ParsToday)

Akibat kejadian teror berupa  ledakan bom di Sri Lanka berturut-turut, Kepala Polisi di negara tersebut dinilai tidak becus menjaga keamanan sehingga didesak untuk mundur dari jabatannya Kepala Kepolisian sebagai pertanggungjawaban moral.

Menurut laporan Reuters, Pujith Jayasundara, komandan polisi Sri Lanka menolak permintaan presiden negara ini untuk mundur pasca serangan bom bunuh diri mematikan hari Ahad lalu di sejumlah hotel dan gereja. Dengan demikian friksi di tingkat petinggi Sri Lanka semakin serius.

Namun anehnya, komandan polisi Sir Lanka tersebut dilaporkan menolak permintaan Presiden Maithripala Sirisena untuk mengundurkan diri.

Maithripala Sirisena, pasca serangan bom bunuh diri di negara ini meminta kepala polisi dan menhan mengundurkan diri karena dinilai tidak mampu menunaikan tugasnya.

Berdasarkan konstitusi Sri Lanka, hanya parlemen yang mampu mencopot kepala polisi dan itupun dilakukan melalui proses yang detail dan panjang. Ketentuan ini dimaksudkan untuk melindungi petinggi militer dari intervensi politik.

Sementara itu, Hemasiri Fernando, Menteri Pertahanan Sri Lanka menyerahkan pengunduran dirinya kepada presiden.

Menyusul serangan bom teror terbaru di Sri Lanka, ratusan orang tewas dan terbunuh. Kelompok teroris Daesh (ISIS) mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap sejumalh gereja dan hotel di Sri Lanka

Bentrok dengan Tersangka
Juru bicara militer Sri Lanka menyatakan, sedikitnya 15 orang tewas akibat bentrokan antara aparat keamanan negara ini dengan para tersangka yang terlibat dengan peledakan bom teror terbaru di Colombo.

Menurut laporan IRNA, Sumith Atapattu mengatakan, selama bentroka yang terjadi Jumat malam (26/4) di kota Sammanthurai, 300 km dari Colombo, ibukota Sri Lanka, 15 orang termasuk 6 anak tewas.

Masih menurut sumber ini, tiga tersangka pelaku ledakan bom teror hari Ahad lalu di Colombo termasuk korban tewas dalam insiden bentrokan tersebut.

Ahad pagi (21/4), akibat ledakan bom teror di kota Colombo, 253 orang dinyatakan tewas dan ratusan lainnya terluka. Kelompok teroris Daesh (ISIS) mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Tiga Ledakan Baru Guncang Sri Lanka
Militer Sri Lanka Jumat malam (26/4) mengumumkan, tiga ledakan bom terjadi di kota Kalmunai di timur negara ini.

Seperti diwartakan IRIB, ledakan bom tersebut hanya selang beberapa hari dari serangan teror Colombo, ibu kota Sri Lanka.

Media negara ini melaporkan, tiga ledakan tersebut terjadi ketika aparat keamanan dan militer negara ini tengah melancarkan operasi menyerbu sebuah lokasi perakitan bom.

Sementara itu, menurut laporan sumber-sumber lokal, para tersangka melakukan aksi bunuh diri dengan meledakkan bom.

Ahad lalu terjadi delapan ledakan bom bertepatan dengan acara ritual hari raya Paskah di sejumlah gereja dan hotel di kota Colombo. Serangan brutal tersebut menewaskan 253 orang dan menciderai lebih dari 500 lainnya.

Kelompok teroris Daesh (ISIS) dilaporkan mengaku bertanggung jawab atas serangan teror tersebut. Berbagai negara dunia termasuk Republik Islam Iran mengecam serangan teror di Sri Lanka. (ParsToday/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.