Senin, 24 Januari 22

Ledakan Bom Saat Presiden Filipina Kunjungi Davao

Ledakan Bom Saat Presiden Filipina Kunjungi Davao
* Bom meledak di tengah pasar yang padat pengunjung. (BBC)

Davao – Sedikitnya 12 orang tewas dalam serangan bom di Kota Davao, yang merupakan kota asal Presiden Filipina Rodrigo Duterte.

Selain korban tewas, sebanyak 60 orang menderita cedera akibat ledakan di sebuah pasar yang padat pengunjung itu. Lokasi ledakan berada di luar Hotel Marco Polo, di kawasan yang sering dikunjungi Duterte yang saat itu berada di Davao. Namun, dia tidak mengalami cedera.

Juru bicara kepresidenan mengatakan para penyelidik menemukan serpihan dari bom rakitan berbahan mortir di lokasi ledakan.

Beragam foto yang dilansir media setempat menunjukkan pecahan kaca dan kursi-kursi plastik berserakan di lokasi ledakan, yang saat ini ditutup untuk kepentingan penyelidikan.

Wakil Wali Kota Davao yang merupakan putra tertua presiden, Paolo Duterte, mengeluarkan pernyataan di media sosial bahwa terlalu dini untuk menentukan siapa yang mendalangi seranga itu. Dia mengatakan “aparat tengah menangani insiden ini”.

Kepala kepolisian daerah Davao, Manuel Guerlan, mengatakan beberapa pos pemeriksaan telah ditempatkan di jalur ke luar kota.

“Sebuah penyelidikan menyeluruh tengah dilaksanakan untuk menetukan penyebab ledakan. Kami menyeru kepada semua orang untuk tetap waspada,” kata Guerlan seperti dilansir bbc.com.

Kewaspadaan di kawasan Filipina selatan ditingkatkan selama beberapa pekan terakhir sehubungan dengan aksi militer terhadap kelompok milisi Abu Sayyaf.

Pada Senin (29/8), sedikitnya 12 serdadu Filipina tewas dalam pertempuran sengit melawan kelompok milisi. Hari itu dicatat sebagai hari paling mematikan bagi militer Filipina sejak Presiden Duterte terpilih pada Mei 2016.

Masa kepemimpinan Duterte sendiri diwarnai peningkatan pembunuhan terkait narkoba. Tercatat sebanyak 2.000 orang tewas sejak dia memimpin Filipina. Nyaris setengah dari jumlah kematian itu timbul dalam operasi kepolisian. (BBC)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.