Rabu, 30 September 20

Ledakan Beirut: Kerugian Rp216 Triliun, Lebih 135 Meninggal

Ledakan Beirut: Kerugian Rp216 Triliun, Lebih 135 Meninggal
* Lokasi ledakan di pelabuhan Beirut, pada 4 Agustus 2020. (Foto: STR/AFP/Getty Images)

Ledakan dahsyat yang mengguncang Beirut, Lebanon, Selasa (4/8/2020), menyebabkan kerusakan parah dalam radius 5 kilometer dari titik kejadian yakni di pelabuhan.

Bangunan di sekitarnya luluh lantak, termasuk apartemen, perkantoran, rumah tinggal, serta fasilitas lain. Ledakan tersebut menghasilkan gempa bermagnitudo 3,5. Sebanyak 300.000 orang kehilangan tempat tinggal.

Gubernur Beirut Marwan Aboud mengatakan kepada stasiun televisi Al Hadath, kerugian akibat ledakan ditaksir antara 10 miliar sampai 15 miliar dolar AS (sekitar Rp144 triliun-Rp216 triliun). Nilai kerugian itu termasuk akibat langsung maupun tidak langsung dari ledakan.

Dia juga menyebut potensi krisis ke depan yang dihadapi warga di wilayahnya, mengingat keterbatasan jumlah makanan.

Menurut gubernur, gandum yang tersedia saat ini terbatas dan krisis berpotensi terjadi jika tak ada bantuan internasional.

Korban tewas akibat ledakan hingga Rabu malam sudah mencapai 135 orang dan diperkirakan masih terus bertambah. Selain itu, lebih dari 5.000 orang mengalami luka.

“Puluhan orang masih hilang,” kata Menteri Kesehatan Hamad Hassan.

Ledakan disebabkan amonium nitrat yang disimpan selama bertahun-tahun di gudang pelabuhan ibu kota tersebut. Amonium nitrat merupakan zat kristal tak berbau yang biasa digunakan sebagai pupuk. Senyawa ini juga telah menjadi penyebab berbagai ledakan di kawasan industri selama beberapa dekade.

Lebih 135 Meninggal
Tim SAR Lebanon terus mengidentifikasi korban ledakan di Pelabuhan Beirut. Sejauh ini, korban tewas akibat ledakan mematikan itu sedikitnya mencapai 135 orang dan diperkirakan masih akan bertambah.

Menteri Kesehatan Lebanon, Hamad Hassan mengatakan, ledakan tersebut juga membuat lebih dari 5.000 orang terluka. Kerusakan yang ditimbulkan membuat 250.000 orang di Beirut tidak memiliki tempat tinggal.

“Puluhan orang masih hilang,” kata Hassan, dilansir Reuters, Kamis (6/8/2020).

Ledakan di Beirut diduga kuat berasal dari bahan peledak berkekuatan tinggi. Material itu disimpan selama bertahun-tahun di sebuah gudang yang tidak aman di pelabuhan. Jangkauan dari titik ledakan mencapai 160 kilometer.

Peristiwa yang menimpa warga Lebanon memperparah kondisi negara yang dilanda perang saudara dalam 30 tahun terakhir. Apalagi, kejadian itu bersamaan dengan pandemi Covid-19 yang mempersulit kehidupan masyarakat.

Presiden Lebanon, Michel Aoun mengatakan, ledakan tersebut berasal dari 2.750 ton amonium nitrat yang disimpan selama 6 tahun terakhir di pelabuhan tanpa prosedur keamanan yang ketat. Material tersebut biasa digunakan untuk membuat bom dan pupuk.

Lebanon memberlakukan hari berkabung selama tiga hari atas peristiwa tersebut. Aoun saat menggelar rapat kabinet darurat menyebut, peristiwa tersebut sangat menyeramkan.

“Tidak ada kata yang dapat menggambarkan betapa menyeramkannya apa yang menimpa Beirut tadi malam, yang menjadi kota bencana,” kata Aoun.

Dia berjanji pemerintah akan melakukan investigasi secepat mungkin. Proses tersebut akan dilakukan secara transparan dan bertanggung jawab.

Pengantin Wanita Berfoto Sebelum Ledakan
Beredar sebuah video yang menunjukkan seorang wanita dengan baju pengantin tengah mengambil gambar. Beberapa detik setelahnya, terjadi ledakan hebat di Beirut, Lebanon yang terekam kamera.

Akun Instagram @undercover.id mengunggah video seorang wanita yang mengenakan gaun pengantin berwarna putih tengah berdiri ditepi jalan. Video itu sendiri diperkirakan merupakan dokumentasi pernikahan milik wanita tersebut.

Dibelakangnya, berdiri seorang pria dengan setelah jas dan celana yang memandang ke arah wanita tersebut. Sementara kamera berjalan dari wajah pengantin bergerak menulusuri gaun hingga ke bagian bawahnya yang menjuntai.

 

Di ujung gaun yang menempel di tanah, terdapat serangkaian bunga berwarna putih. Saat kamera sedang menyorot rangkaian bunga tersebut, tiba-tiba terjadi ledakan yang membuat bangunan hancur hingga debu-debu berterbangan di depan kamera.

Seseorang yang memegang kamera, secara reflek berlari menjauh. Ia mendekati sebuah bangunan yang berada di seberang jalan. Dari tangkapan kamera terlihat kondisi jalan yang sudah dipenuhi debu dan asap cukup tebal.

Sesaat kemudian ia kembali berjalan ke arah pasangan pengantin. Terlihat pengantin pria yang mendekap istrinya dan berjalan meninggalkan lokasi. Beberapa bangunan dan tiang disekitar tempat pengambilan gambar tadi roboh dan hancur berantakan. (*/inews)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.