Selasa, 29 September 20

Ledakan Beirut, 300.000 Orang Kehilangan Rumah

Ledakan Beirut, 300.000 Orang Kehilangan Rumah
* Ledakan dahsyat di Beirut. (Foto: NYT)

Sekitar 300 ribu orang dilaporkan kehilangan tempat tinggal akibat ledakan besar yang melanda Beirut, Libanon.

Gubernur Beirut, Marwan Aboud mengatakan ledakan itu juga menyebabkan kerusakan di separuh kota yang diperkirakan menelan biaya lebih dari USD$ 3 Miliar atau sekitar Rp43,7 triliun.

“Saya pikir, antara 250 ribu atau 300 ribu orang telah kehilangan tempat tinggal,” kata Aboud seperti dikutip dari AFP, Rabu (5/8.)

Para insinyur dan tim teknis belum melakukan asesmen resmi. Aboud juga menambahkan bahwa kerusakan akibat ledakan tersebut tampaknya telah meluas ke lebih dari setengah bagian kota.

Sebelumnya dilaporkan terjadi dua ledakan besar yang mengguncang pesisir Beirut pada pukul 18.02, Selasa (4/8) waktu setempat.

Presiden Libanon, Michael Aoun mengatakan ledakan itu berasal dari sebuah gudang yang menyimpan 2.750 ton amonium nitrat.

Aoun mengatakan ribuan ton amonium nitrat itu dilaporkan tersimpan secara tidak aman di sebuah gudang dekat pelabuhan Beirut selama kurang lebih enam tahun.

Ia menganggap penyimpanan amonium nitrat dalam gudang tersebut “tidak dapat diterima” dan tidak bisa dibiarkan begitu saja.

Aoun bersumpah akan menjatuhkan “sanksi terberat” terhadap pihak yang bertanggung jawab. Ia juga menetapkan status darurat nasional selama dua pekan terkait insiden di ibu kota ini.

Guncangan yang berasal dari kawasan pelabuhan itu menimbulkan suasana mencekam di ibu kota. Kaca rumah penduduk pecah dan bangunan terbakar.

Ledakan bahkan terdengar hingga Nicosia yang terletak di bagian timur Pulau Siprus yang berjarak 240 kilometer dari asal ledakan.

Palang Merah Libanon melaporkan hingga kini korban tewas mencapai lebih dari 100 orang dan 4.000 orang lainnya terluka.

“Sampai saat ini lebih dari 4.000 orang terluka dan lebih dari 100 orang kehilangan nyawa. Tim kami masih melakukan operasi pencarian dan penyelamatan di daerah sekitar ledakan,” bunyi pernyataan Palang Merah Libanon.

Sejauh ini, pihak berwenang Libanon belum bisa memastikan penyebab ledakan. Namun, Dewan Pertahanan Tertinggi Libanon segera menetapkan Beirut sebagai disaster-stricken city atau kota yang terdampak bencana kecelakaan.

Kondisi Darurat di Beirut Dua Minggu
Pemerintah Lebanon menetapkan keadaan darurat di Beirut selama dua minggu di tengah bencana yang disebut Presiden Lebanon Michel Aoun sebagai ‘malapetaka yang sulit digambarkan dengan kata-kata.’

Petugas penyelamat mencari lebih 100 orang yang hilang dari puing-puing. Sejauh ini paling tidak 100 orang meninggal dan lebih dari 4.000 luka-luka akibat ledakan Selasa (04/08).

Kabinet juga meminta pasukan keamanan untuk menjamin tidak ada yang masuk ke lokasi ledakan.

Sementara itu, pejabat pelabuhan Beirut ditempatkan dalam tahanan rumah sambil menunggu penyelidikan ledakan tersebut.

Pertemuan darurat kabient memutuskan langkah itu Rabu (05/08), dan tahanan rumah akan diawasi oleh tentara Lebanon.

Kepala bea cukai Badri Daher mengatakan keapda LBCI TV bahwa pihanya telah meminta agar amonium nitrat dipindahkan dari pelabuhan, namun hal itu “tidak pernah terlaksana dan kami tinggalkan masalah ini kepada para pakar untuk menyelidiki penyebabnya.”

Para petugas penyelamat mencari lebih dari 100 orang yang hilang setelah ledakan yang mengguncang kawasan pelabuhan dan menyebabkan sekitar setengah ibu kota Beirut, rusak.

Para petugas juga merencanakan untuk membangun kamar-kamar jenazah di Beirut karena rumah sakit yang kewalahan menyusul ledakan itu.

Ledakan besar pada Selasa (04/08) menewaskan paling tidak 100 orang dan melukai lebih dari 4.000 lainnya.

Seluruh kota terguncang akibat ledakan dan kepulan asap menyerupai jamur dapat terlihat menyebar di kawasan pelabuhan.

“Tak ada kata-kata yang dapat menggambarkan malapetaka yang menghantam Beirut tadi malam dan menjadikan ibu kota sebagai kota bencana,” kata Presiden Aoun dalam pertemuan menteri seperti dikutip kantor berita Lebanon.

“Kami bertekad untuk melakukan investigasi dan mengungkap apa yang terjadi secepat mungkin dan menyeret yang bertanggung jawab serta menjatuhkan hukuman paling berat,” tambahnya.

Presiden juga menyatakan terima kasih kepada para petugas penyelamat serta warga sipil yang langsung ikut membantu.

Simpanan Amonium Nitrat 2.750 Ton Meledak
Bagaimana gudang di Beirut yang menjadi tempat penyimpanan senyawa kimia amonium nitrat sebanyak 2.750 ton bisa meledak?

BBC News menganalisis video yang beredar di media sosial dari berbagai sudut pandang.

Sebelum ledakan besar terjadi pada Selasa (04/08), beberapa video yang beredar menunjukkan sempat terjadi kebakaran di area pelabuhan.

Di dalam video terdengar suara letupan beberapa kali, juga terlihat percikan api dan kemudian ledakan besar yang goncangannya terasa ke seluruh Beirut.

Para petugas penyelamat di Lebanon masih mencari lebih dari 100 orang yang hilang setelah ledakan besar mengguncang ibu kota Beirut Selasa (04/08).

Ledakan besar itu menewaskan paling tidak 100 orang dan melukai lebih dari 4.000 lainnya.

Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab berjanji akan menghukum pihak yang bertanggung jawab.

“Peristiwa ini tidak bisa dibiarkan. Kami akan menghukum pihak yang bertanggung jawab. Itu komitmen kami terhadap korban tewas dan mereka yang terluka. Kami akan mengungkap apa yang terjadi pada senyawa kimia yang sudah tersimpan di gudang tersebut sejak 2014,” ujarnya. (*/CNN/BBC)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.