Senin, 6 Juli 20

Lebih Baik Blak-blakan Ketimbang Jadi Orang Palsu!

Lebih Baik Blak-blakan Ketimbang Jadi Orang Palsu!
* Antonio Conte.

Lebih baik mengungkapkan kebenaran yang menyakitkan (bad truth) ketimbang kebohongan yang manis (good lie). Itulah salah satu prinsip hidup yang dipegang Antonio Conte dan terus dipraktikkannya ketika menukangi Chelsea.

Bos The Blues ini berbicara panjang lebar soal sikapnya di depan media yang kerap terlalu jujur.

Di musim ini, sudah tidak terhitung berapa kali Conte berbicara blak-blakan kepada pers terkait sejumlah hal. Mulai dari ketidakpuasannya terhadap kebijakan transfer Chelsea, peluang juara The Blues di Liga Primer Inggris yang dinilainya sudah pupus, hingga perang mulut dengan manajer Manchester United Jose Mourinho.

Meski demikian, Conte menegaskan bahwa dirinya tidak akan pernah mengubah sikapnya itu. Ia mengaku lebih baik berbicara jujur ketimbang menjadi orang palsu yang selalu mengumbar kebohongan.

“Saya pikir ini adalah cara terbaik untuk memperbaiki diri, untuk mencoba mencari solusi. Jangan coba cari alibi atau cari alasan,” ungkap Conte dalam jumpa pers jelang laga Piala FA kontra Newcastle United, Minggu (28/1).

“Anda selalu bertanya, apakah saya menyesal [dengan sikap saya yang blak-blakan]. Maka, ini jawaban saya: Saat Anda mengambil keputusan, Anda harus melakukannya secara gamblang, karena ini adalah cara terbaik untuk menemukan solusi. Jika tidak, Anda akan terus mengeluh.”

“Saya jelas bukan orang yang diplomatis. Ketika Anda jujur ​​dengan diri sendiri dan dengan orang lain, tidak ada yang berpikir bahwa Anda adalah orang yang gagal. Jika saya mengubah sikap saya, maka saya harus menghentikan karier saya saat ini juga.”

“Saya lebih memilih untuk bersikap jujur, mengatakan yang sebenarnya setiap saat. Saya membenci orang yang palsu,” serunya.

Conte yang pada tahun ini akan berusia 49 tahun juga ditanya soal rencana pensiunnya di masa mendatang. Conte, yang sudah berpengalaman melatih Juventus, timnas Italia, dan kini Chelsea, mengakui sama sekali belum memikirkan untuk meninggalkan sepakbola.

“Saya tidak tahu, sangat sulit untuk mengetahui kapan waktu yang tepat untuk berhenti. Saya masih terlalu muda untuk memutuskan atau berpikir untuk pensiun. Mungkin 10 tahun lagi, saya akan mulai memikirkannya,” pungkasnya. (goal.com)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.