Sabtu, 18 September 21

Lebaran, Posko Pemantau THR Bakal Dibangun di Jateng

Lebaran, Posko Pemantau THR Bakal Dibangun di Jateng

Semarang, Obsessionnews – Tunjangan Hari Raya (THR) memang sudah menjadi tradisi bagi pekerja di negara Indonesia. Selain sebagai bentuk penghargaan, THR juga berfungsi menyokong finansial pekerja yang notabene butuh dana menjelang lebaran. Untuk itulah, komisi E DPRD Jawa Tengah menyatakan bakal memantau kepastian pemberian THR oleh perusahaan kepada pekerjanya.

“THR minimal satu kali gaji, yang diberikan setelah bekerja selama 17 hari. Hanya besarannya dalam regulasi satu kali gaji,” kata anggota Komis E DPRD Jawa Tengah, Hasan Asy’ari di kantornya, Rabu (8/7/2015).

Menurutnya, instansi terkait telah membuat posko pemantau THR baik di tingkat kabupaten/kota mau provinsi. Jadi, semisal terdapat perusahaan yang tidak memberikan hak pekerja berupa THR, maka pekerja dapat mengadukan tindakan tempat mereka bekerja.

Disisi lain, pihaknya mendorong agar dinas yang kedapatan mendapat aduam, agar tidak hanya memberikan surat peringatan, namun juga berupa sanksi konkret seperti pemberhentian produksi. Walaupun secara aturan, sanksi pemberhentian produksi belum diantur. Sehingga, apabila langkah tersebut nyatanya berpihak pada kepentingan pekerja, Hasan menilai SKPD tetap harus melihat pada regulasi yang ada.

“Jangan kemudian semena-mena, regulasi tidak mengatur itu. Dinas mau mengambil tindakan tidak berani. Kita memang memonitor pada dinas terkait, karena hal teknis dan anggaran melekat pada mereka,” jelas Hasan.

Terkait adanya bus mudik lebaran gratis, tahun 2015 ini Pemprov Jateng akan memfasilitasi bus mudik gratis untuk masyarakat yang membutuhkan, seperti sebelumnya. “Insyaallah tahun ini juga ada, seperti tahun-tahun sebelumnya,” pungkasnya. (Yusuf IH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.