Senin, 18 November 19

LBF 2019 Kesempatan Bagus Promosikan Wonderful Indonesia

LBF 2019 Kesempatan Bagus Promosikan Wonderful Indonesia
* Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf (kedua dari kiri) dan Menteri Pariwisata Arief Yahya (ketiga dari kiri) pada acara pembukaan London Book Fair (LBF) 2019 di London, Inggris, Selasa (12/3/2019). (Foto: Kemenpar)

Jakarta, Obsessionnews.com – Indonesia Incorporated betul-betul terasa kuat di London. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London bersama-sama menggaungkan Indonesia di London Book Fair (LBF) 2019. Perhelatan literasi internasional itu berlangsung pada 12-14 Maret, dan dipromosikan bersama-sama, termasuk membranding bus-bus di ibu kota Inggris itu dengan Wonderful Indonesia.

Temanya juga sangat Indonesia, yakni 17.000 Islands of Imagination, sehingga nyambung dengan pariwisata yang terus mempromosikan wisata bahari di pulau-pulau di tanah air.

Promosi kali ini betul-betul sinergi lintas sektoral. Spirit besarnya adalah Indonesia Incorporated. Sebuah kerja sama antara Bekraf, Kemendikbud, dan Kemenpar yang makin apik.

“Inilah yang sering kita sebut dengan Indonesia Incorporated, bersatu, bersama untuk tujuan yang sama,” kata Arief Yahya yang hadir pada pembukaan LBF 2019, Selasa (12/3).

Dikutip obsessionnews.com dari laman Facebook Kemenpar, Rabu (13/3), Arief mengungkapkan LBF 2019 merupakan kesempatan bagus untuk Wonderful Indonesia berpromosi, sekaligus mendukung stand delegasi Indonesia di ajang tersebut. Apalagi ini merupakan perhelatan internasional yang juga melibatkan banyak negara Eropa.

450 Judul Buku di Gerai Indonesia

Total sekitar 100 delegasi dari Indonesia diboyong Bekraf ke acara LBF 2019. Delegasi Indonesia menampilkan 450 judul buku yang mengisi gerai Indonesia.

Tampil di dua stand, kontingen Indonesia sangat memukau. Di stand utama yang terletak di Ground Floor ditampilkan 22 co-exhibitor dari para penerbit Indonesia. Sementara di First Floor, ditampilkan 13 co-exhibitor dari ranah non-buku seperti dari games, film, hingga software.

 

 

Di ajang tersebut Bekraf tak hanya menampilkan subsektor penerbitan, namun juga subsektor lainnya. Seperti kuliner, fashion, film, seni pertunjukan, komik, eksibisi arsitektur dan desain grafis, ilustrasi, boardgames, serta digital animasi. Bahkan Bekraf juga membawa 12 penulis Indonesia untuk tampil di sejumlah acara di London.

Delegasi Indonesia bahkan telah merancang total 120 acara yang berlangsung tidak hanya di Olympia, namun juga di seluruh Kota London. Tentunya ini semakin mengangkat pamor Indonesia.

“Delegasi di LBF ini untuk market focus tidak terkait pada sektor literatur saja tetapi banyak program lain ada dari kuliner, game, film, termasuk juga pariwisata. Kami mengajak semua orang untuk menemukan 17.000 Pulau Imajinasi di Indonesia,” kata Ketua Harian Panitia Pelaksana Kegiatan Indonesia Market Focus untuk LBF 2019 Laura Bangun Prinsloo.

Sementara itu Kepala Badan Ekonomi Kreatif  Triawan Munaf mengatakan, usaha penerbitan patut didukung. Apalagi usaha penerbitan menempati urutan kelima dalam kontribusi untuk GDP, dengan torehan 6,29 persen. Posisinya berada setelah kuliner (41,69%), fashion (18,15%), Craft/ Kerajinan tangan (15,70%), dan Televisi & Radio Broadcasting (778%).

“Sebagai salah satu subsektor industri kreatif yang masuk dalam pendukungan Bekraf, support pada industri penerbitan diwujudkan melalui fasilitasi keikutsertaan Indonesia di ajang pameran buku tingkat internasional. Dengan memimpin acara Indonesia Market Focus Country di London Book Fair 2019 ini, Bekraf memperkenalkan tidak hanya kekayaan konten yang ditampilkan buku-buku Indonesia. Namun juga subsektor terkait lainnya seperti halnya kuliner, fashion, film, seni pertunjukan, serta pariwisata,” ujar Triawan (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.