Minggu, 17 Januari 21

Layanan HT-el BTN Percepat Penyelesaian Sertifikat HT

Layanan HT-el BTN Percepat Penyelesaian Sertifikat HT
* Acara Soft Launching Layanan HT-el di Jakarta, Rabu (4/8/2019) (Foto: Dok BTN)

Jakarta, Obsessionnews.comPT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) ditunjuk oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang Republik Indonesia (ATR RI) sebagai pilot project Layanan Hak Tanggungan Elektronik (HT-el). Hal itu bertujuan untuk mempercepat penyelesaian sertifikat hak tanggungan (HT) sebagai second way out penerapan Pernyataan Standar Akutansi Keuangan (PSAK 71) di Bank BTN.

Dengan adanya sertifikat HT tersebut akan memberikan wewenang kepada kreditur untuk melakukan tindakan seperti lelang atau penjualan agunan ketika terjadi kredit macet.

Plt Direktur Utama Bank BTN Oni Febriarto Rahardjo mengatakan, perseroan merupakan lembaga perbankan yang pertama kali mengimplementasikan HT-el. Melalui layanan tersebut, dapat mempercepat penyelesaian sertitikat HT. Sertifikat HT sendiri bisa mempercepat mekanisme lelang sehingga Bank BTN tidak perlu membentuk pencadangan (Cadangan Kerugian Penurunan Nilai/CKPN).

“Adanya HT-el ini akan menjadi langkah antisipasi kami sebelum membentuk pencadangan,” ujar Oni di acara Soft Launching Layanan HT-el di Jakarta, Rabu (4/8/2019).

Menurut pria yang berkarir di Bank BTN sejak 1997 itu, dengan langkah antisipasi ini beserta upaya peningkatan pencadangan yang dilakukannya, pihaknya mampu membidik rasio pencadangan di atas 100% pada 2020 nanti.

Dia mengungkapkan, dengan adanya sistem elektronik tersebut juga akan membantu Bank BTN dalam memantau pengerjaan HT. Layanan anyar ini pun akan meminimalisasi biaya proses pendaftaran HT. Sebab, sertifikat tersebut akan didaftarkan langsung oleh bank selaku kreditur tanpa perantara notaris. Dengan begitu, biaya yang dibayar disesuaikan dengan nilai hak tanggungan.

“Dengan biaya yang lebih murah akan menjadi gimmick menarik karena biaya proses kredit lebih terjangkau bagi para debitur,” ungkap Oni.

Hingga kini, BTN telah mempersiapkan berbagai hal teknis untuk mendukung pelaksanaan implementasi HT elektronik di Badan Pertanahan Nasional (BPN). Selain itu, BTN juga akan mensosialisasikan implementasi HT-el ke 102 kantor cabang dan 6 kantor wilayah yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Kami juga siap melakukan sosialisasi kepada seluruh notaris rekanan untuk menggunakan HT-el,” tuturnya.

Sementara itu, per 31 Agustus 2019, total nilai HT yang didaftarkan Bank BTN yakni sebesar Rp26 triliun. Nilai tersebut terdiri atas HT untuk kredit konsumer sebesar Rp13,5 triliun dan kredit komersial sebesar Rp12,5 triliun. Kemudian, total debitur yang didaftarkan dari HT tersebut yakni sebanyak 28.239 debitur, dengan rincian 27.385 debitur konsumer dan 854 debitur komersial.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri ATR sekaligus Kepala BPN Sofyan A Djalil mengatakan, layanan elektronik ini akan memberikan kemudahan bagi masyarakat terutama yang ingin mengurus Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Penerapan layanan pertanahan berbasis elektronik ini juga akan membuat kerja para kepala kantor pertanahan menjadi lebih mudah, ringan, dan cepat.

Untuk tahap awal, Sofyan menyebutkan telah menunjuk 42 Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota sebagai pilot project layanan pertanahan elektronik yang terintegrasi. “Pada tahun depan, layanan ini akan berlaku secara nasional,” tutur Sofyan. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.