Senin, 6 Juli 20

Lawan Corona, ITDC Beri Santunan kepada 600 Anak Yatim Piatu di Lombok Tengah

Lawan Corona, ITDC Beri Santunan kepada 600 Anak Yatim Piatu di Lombok Tengah
* PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/ Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) memberikan santunan kepada 600 anak yatim piatu di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (29/5/2020). (Foto: FB Kementerian BUMN)

Jakarta, Obsessionnews.com – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kompak melawan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

 

Baca juga:

Upaya Pemkab Kebumen Mengatasi Tingginya Pengangguran Akibat Corona

Industri ‘Fashion’ Tetap Optimis di Tengah Badai Covid-19

 

Salah satu BUMN tersebut adalah PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/ Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), pengembang dan pengelola destinasi pariwisata The Nusa Dua, Bali dan The Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB). ITDC memberikan santunan kepada 600 anak yatim piatu di enam desa penyangga The Mandalika, yakni Kuta, Sengkol, Sukadana, Rembitan, Mertak, dan Prabu di Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, NTB.

Bantuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan ITDC Lawan Corona, Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) yang digelar ITDC.

Santunan dengan total nilai Rp 60 juta tersebut diserahkan oleh Operations Head The Mandalika I Made Pariwijaya kepada masing-masing kepala desa dan selanjutnya dibagikan kepada anak yatim piatu di desa-desa tersebut pada Jumat (29/5/2020).

Dikutip obsessionnews.com dari laman Facebook Kementerian BUMN, Sabtu (6/6), bantuan itu diberikan dalam rangka Hari Raya Idulfitri kepada anggota masyarakat yang kurang mampu dan termasuk paling rentan terhadap dampak Covid-19, yaitu anak-anak yatim piatu. ITDC memastikan bahwa 600 anak penerima santunan ini memang merupakan anak-anak dari desa penyangga sekitar kawasan The Mandalika yang paling memerlukan bantuan santunan, khususnya dengan adanya pandemi Covid-19.

Bantuan itu menjadi karya nyata bagaimana BUMN hadir di tengah-tengah masyarakat, bukan hanya untuk mengerjakan proyek strategis, tapi juga untuk membantu masyarakat menghadapi kondisi-kondisi yang sulit seperti di saat ini. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.