Rabu, 16 Oktober 19

Laura Sastrodihardjo Klarifikasi Soal OTT Suaminya

Laura Sastrodihardjo Klarifikasi Soal OTT Suaminya
* Konferensi pers istri I Nyoman Dhamantra, yakni Laura Sastrodihardjo di Senayan, Jakarta, Rabu (18/9/2019). (Foto: Kapoy/obsessionnews.com)

Jakarta, Obsessionnews.com – Keluarga anggota Komisi VI DPR RI I Nyoman Dhamantra (IND) mengklarifikasi soal penangkapan IND oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Istri IND, yakni Laura Sastrodihardjo, mengatakan, kasus dugaan suap bawang putih yang disangkakan kepada suaminya itu berawal dari operasi tangkap tangan (OTT). Menurut Laura, IND datang sendiri ke KPK, bukannya ditangkap saat OTT.

“Suami saya datang mau mengklarifikasi memberikan informasi sebenarnya seperti apa, akhirnya dikaitkan masalah OTT,” ujar Laura kepada wartawan di Hotel Sultan Jakarta, Rabu (18/9/2019).

Laura menilai ada kejanggalan pada status tersangka IND. Menurutnya, penetapan status tersangka hanya berdasarkan asumsi Mirawati Basri (MB) yang juga ikut ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Dia mengaku, waktu BAP kasus itu suaminya tidak di BAPdari kemarin hanya dijadikan sebagai saksi.

“Akhirnya pengacara saya kirim surat, ini harus jelas, kalau emang tersangka tolong tersangkanya di mana kita harus tahu. Tapi ternyata hanya berdasarkan asumsi si perempuan ini, kan itu nggak bisa,” tegas Laura.

Dia menyebutkan, MB telah mengaku menggunakan nama IDN untuk hal-hal yang tidak sesuai dan berjanji akan bertanggung jawab atas kasus tersebut. Namun, Laura menyebut sampai saat ini MB tidak kunjung menepati janjinya.

“Saya masih liat etikad baik MB karena mengaku salah, dia meminta maaf pada suami saya dia salah dan mengatas namakan suami saya untuk suatu yang tidak benar. Dia bilang bikin surat pernyataan nanti dia tanggung jawab dan tanda tangan tapi sampai sekarang nggak tanda tangan,” bebernya.

Untuk diketahui, KPK menangkap IND karena diduga telah memuluskan kuota impor sebanyak 20.000 ton bawang putih dengan nilai fee setiap kilogramnya sebesar Rp1.700,- Rp1.800. Disepakati Rp3,6 Miliar untuk Pengurusan Kuota Bawang Putih tersebut. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.