Selasa, 18 Juni 19

Laris Manis, Ini Asal Muasal Mie Ayam di Sragen Dijual Rp 2.000

Laris Manis, Ini Asal Muasal Mie Ayam di Sragen Dijual Rp 2.000
* Warung Mie Ayam Rp 2.000 Milik Rika di Sragen. (Foto Kompas)

Sragen, Obsessionnews.com – Di zaman yang sudah modern ini, ternyata masih ada orang yang menjual mie ayam dengan harga sangat murah, yakni Rp 2.000. Fakta ini terjadi di Dukuh Gondang RT 003 RW 007, Desa Grasak, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Adalah Rika Septi Anadewi (25) dan suaminya, Febriana Trilaksono (25), yang berdagang mie ayam dengan harga Rp 2.000 per mangkok. Warung Rika dan suaminya mendadak viral di media sosial karena masuk dalam peristiwa langka. Sebagian netizen ada yang mencibir, ada juga yang memuji.

Rika sudah berjualan dua bulan terhitung dari Desember tahun lalu. Adapun Rian, sang suami, sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan. Ia mengaku resep bumbu mie ayam yang dijualnya turun dari sang mertua. Tak hanya dia dan bulik, mertua dan kakak Rika juga berjualan mie ayam di tempat masing-masing.

“Alhamdulillah enggak rugi. Bulik saya yang juga berjualan mie ayam malah iri dengan laba yang saya dapat,” ujar Rika, seperti dilansir Kompas, Sabtu (19/1/2019).

Saat memulai berjualan, Rika mengaku hanya bermodal Rp 100.000 pinjaman dari neneknya. Dengan uang itu, dia biasa membeli mie kering di pasar dekat rumah, rata-rata 10 pak per hari dengan berat masing-masing pak 8 kg. Sementara itu, daging ayam sehari habis 2-3 ekor per hari.

Ternyata mei ayam yang dijual Rika laris manis. Dalam sehari dia mampu menjual 100 porsi mie ayam. Dia pun mendapatkan laba bersih rata-rata Rp 70.000 setiap hari. “Saya menjual Rp 2.000 biar anak-anak juga bisa beli. Apalagi anak muda hingga orang tua,” ujarnya.

Kenapa Rp 2.000?

Publik semakin penasaran kenapa Rika mau menjual miea ayam Rp 2.000 per mangkok. Dari mana asal muasalnya. Sebab tak sedikit yang menuding kualiatas bahan yang dipakai tidak memenuhi standar makanan yang layak.

Rika menuturkan, ternyata ada kisah sedih di balik keputusannya dan suami akhirnya berjualan mi ayam seharga Rp 2.000 ini. Suatu hari, kata dia, anaknya meminta uang jajan Rp 2.000. Namun, karena tidak punya uang, dia tak mampu memenuhi permintaan anaknya.

“Sedih, nelangsa. Ketika anak minta uang jajan Rp 2.000 saja, saya enggak bisa ngasih,” ujar Rika meneteskan air mata.

Dia mengaku mendapat banyak mendapat cibiran dari netizen karena harga mi ayam Rp 2.000. Salah satu cubiran netizen adalah daging ayam yang dipakai ayam mati “Mi ayam apa itu cuma Rp 2.000, mencurigakan. Pasti ayamnya ayam mati,” tutur Rika sambil membacakan komentar di Facebook.

Rika pun menimpa tanggapan netizen dengan santai. “Kalau ayamnya hidup, mie-nya akan habis dimakan atau dipatuk ayam,” kata Rika tertawa.

Namun, Rika tak ambil pusing. Dia mengaku senang bisa berjualan tanpa meninggalkan anaknya. Dia juga bersyukur bisa mendapatkan laba walau sedikit. “Dulu saya bikin hanya satu panci, itu saja habis, alhamdulillah. Sekarang 3 panci besar kadang kurang,” ungkapnya.

“Yang penting saya tidak rugi. Bisa jualan, jaga anak, bisa beliin jajan anak,” tambah Rika.

Saat disambangi, rumah Rika memang tidak layaknya warung. Tidak ada etalase, meja atau kursi layaknya warung-warung mie ayam. Hanya ada spanduk bertuliskan mi ayam Rp 2.000.

Dia melayani pembeli di dalam rumah yang bisa dibilang sederhana. Para pelanggannya biasa memesan lebih dulu via WhatsApp, kemudian akan mengambilnya setelah jadi.

Namun, Rika mengaku sudah berencana akan segera membuka warung mi ayam di depan rumahnya. Dia sudah mulai membeli mangkok, wadah kecap, meja, dan kursi.

“Kurang bersih-bersih, belum sempat. Suami saya masih bekerja,” katanya.

Rasa Mie Ayam Rp 2.000,.?

Terasa enak dan sedap, tak jauh berbeda dari mie ayam lain yang berharga lebih mahal. Hanya saja, porsinya sedikit sehingga pria dewasa tak cukup memesan hanya semangkuk.

Fira (31), pelanggan Rika, sore itu datang mengambil pesanannya. Dia berlangganan karena, menurut dia, mie ayam buatan Rika enak sekaligus murah.

“Harga murah rasa enak. Mie ayam porsi kecil dengan harga segitu sudah cukup. Kualitasnya bagus harganya juga bagus,” ungkap Fira. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.