Kamis, 26 Mei 22

Larangan Dispensing Bagi Dokter, Langgar UU

Larangan Dispensing Bagi Dokter, Langgar UU

Jakarta, Obsessionnews.com – Rancangan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) yang tengah dibahas oleh pemerintah mendapat kritikan dari banyak dokter. Sebab, Salah satu pasal dalam draft Permenkes tersebut adalah melarang dokter praktek perorangan melakukan dispensing obat.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani mengatakan, dispensing atau meracik obat bisa dilakukan setelah dokter melakukan pemeriksaan dan mendiagnosis pasien tanpa memberikan resep yang harus ditebus ke apotek.

Menurutnya, larangan dokter perorangan untuk melakukan dispensing terlalu berlebihan jika diterapkan dalam semua kondisi. Pasalnya, hal itu bertentangan dengan Undang-Undang No 29 Tahun 2004 Tentang Praktek Kodekteran Pasal 35.

Dalam pasal tersebut di huruf J, disebutkan ‎dokter diperbolehkan meracik dan menyerahkan obat kepada pasien, bagi yang praktik di daerah
terpencil yang tidak ada apotek.

“Jadi kesimpulannya menurut saya, ‎dispensing tetap diperbolehkan untuk dokter yg praktek di daerah dimana tidak ada apotik dan apoteker‎,” kata Irma kepada Obsessionnews, Selasa (5/7/2016).

Namun demikian, Irma mengatakan larangan dispensing tetap diberlakukan bagi dokter yang izin prakteknya di pusat pelayanan kesehatan yang ada apoteknya. ” Artinya dokter yang praktek diwilayah yang ada apotik dan apoteker tidak boleh dispensing,” jelasnya.

Mengapa demikian, ‎Irma menjelaskan karena UU No 36 tahun 2009 tentang kesehatan (pasal 108 ayat (1), pasal 198) juga mengatur ‎ketat tentang syarat-syarat dokter bisa meracik obat dan memberikannya kepada pasien.

Bunyi Pasal 108 Ayat (1) tersebut menentukan, bahwa praktik kefarmasian dalam pengadaan, distribusi & pelayanan sediaan farmasi harus dilakukan oleh tenaga kesehatan tertentu yang mempunyai keakhlian & kewenangan‎.

“Di sini disebutkan tenaga kesehatan dan bukan apoteker. Dokter pun dalam pendidikannya memperoleh pendidikan Farmasi dan Farmakologi, jelas bahwa dokter pun mempunyai kompetensi yang dibutuhkan untuk menyimpan dan memberikan obat,” terangnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.