Jumat, 22 Oktober 21

Larang Miras, Mendag Sudah Berbicara Sama Pengusaha

Larang Miras, Mendag Sudah Berbicara Sama Pengusaha

Jakarta, Obsessionnews – Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel mengaku sudah memdiskusikan masalah larangan penjualan minuman keras (Miras) dengan para pengusaha retail sebelum mengeluarkan Permendag Nomor 06/M-DAG/PER/1/2015.

“Siapa yang bilang begitu, panggil bawa kesini orang yang mengaku belum diomongin sama siapa,” kata dia dengan nada kesal di kantornya, Jakarta, Sabtu (31/1/2015).

Dia merasa yakin telah mendiskusikan hal tersebut dengan para pengusaha. “Sudah saya diskusikan kok . Jadi pengusaha sebaiknya berkerja untuk kepentingan semua jangan mengorbankan yang lain,” tambah dia.

Lebih lanjut ia bahkan mengaku tidak khawatir dengan adanya ancaman beberapa retail yang akan tutup jika Permendag tersebut benar – benar dilaksanakan. Alasannya, dalam usaha retail ataupun minimarket, miras bukan satu – satunya produk yang ditawarkan.

“Kalau ada yang bilang nanti ritel ini akan tutup kalau ini dilarang, berarti dia hanya tergantung pada miras itu saja,” ujar Rachmat.

Meski demikian ia tetap tidak akan memberikan keistimewaan pada retail atau mini market semacam itu untuk menjual kepada masyarakat, terutama yang masih berusia dibawah umur.

“Tanya kepada mereka, andaikan dia si pengusaha itu punya anak masih sekolah dan disuruh minum. Mau ga dia? Saya yakin pasti tidak mau. Masalahnya kalau dia tidak mau kenapa dijual ke orang lain?,” tambah dia.

Menurut dia, aturan semacam ini bukan hanya ada di Indonesia, saat ini beberapa negara di dunia umumnya juga tidak mengizinkan penjualan Miras kepada anak – anak yang belum cukup umur.

Bahkan, lanjut dia, di negara – negara yang memiliki tingkan kunjungan wisatawan asing tinggi seperti Singapura dan Malaysia, si penjual Miras selalu menanyakan katru identitas kepada setiap pembelinya. “Bahkan kalau di Mayasia ditanya juga itu kamu Muslim bukan. Kalau muslim ga boleh,” tambah dia. (Kukuh Budiman)

Related posts