Senin, 18 Oktober 21

Laode Syarif Sejak Kecil Belajar Kepemimpinan dari Gerakan Pramuka

Laode Syarif Sejak Kecil Belajar Kepemimpinan dari Gerakan Pramuka
* Wakil Ketua KPK Laode Syarif usai melakukan MoU dengan Kwarnas Gerakan Pramuka. (Foto: Humas Kwarnas Pramuka)

Jakarta, Obsessionnews.com – Laode Muhammad Syarif namanya kini melambung tinggi setelah ia terpilih sebagai Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI masa bakti 2015-2019. Kini memasuki masa akhir tugasnya, Syarif gencar melakukan penguatan program pencegahan antikorupsi dengan terjun ke daerah-daerah untuk melakukan kerja sama. Salah satunya yang terbaru, adalah kerjasama KPK dengan Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka.

KPK dan Kwarnas Gerakan Pramuka sepakat untuk memasukkan nilai-nilai antikorupsi dalam seluruh kegiatan kepramukaan. Kesepakatan ini terwujud dari penandatanganan nota kesepahaman atau MoU antara kedua belah pihak yang ditandatangani Syarif dan Ketua Kwartir Nasional Pramuka Komjen Pol (Purn) Budi Waseso di Gedung Sarbini, Taman Rekreasi Wiladatika (TRW), Cibubur, pada hari Kamis (27/6/2019).

Saat ditemui di TRW di sela-sela acara Rakernas Gerakan Pramuka, Syarif merasa kembali menjadi anak Pramuka. Banyak orang-orang penting di negeri ini yang dulunya adalah seorang Pramuka sejati. Syarif adalah satu dari sekian ribu pemuda Indonesia yang kini tampil menjadi seorang pemimpin besar, dengan tugas dan amanat yang besar. Ia mengaku kesuksesannya saat ini juga tidak lepas dari pendidikan kepramukaan.

“Menurut saya soal kepemimpinan di Gerakan Pramuka itu nomor satu. Di sana diajarkan secara lengkap. Misalnya public speaking. Di Gerakan Pramuka itu bagus banget. Karena mulai di kelompok kecil dia bisa dilatih ngomong, lalu berlanjut di kelompok besar. Ilmu berbicara di depan publik itu saya belajar di Gerakan Pramuka,” ujar Syarif.

Syarif tercatat pernah aktif sebagai Pramuka mulai dari golongan Siaga sampai Pandega. Saat itu masih sekolah di Muna, Sulawesi Tenggara. Kemudian aktif di Racana saat kuliah di Fakultas Hikum Universitas Hasanudin di Makassar, Sulawesi Selatan. Sejak kecil pria kelahiran Muna,16 Juni 1965 sudah senang dengan organisasi kepanduan ini. Bahkan dia pernah ikut Jambore Nasional dan Asia Pasifik pada tahun1981 di Cibubur, Jakarta. “Saya suka Pramuka karena Pramuka mengajarkan kita untuk gembira dan percaya diri,” jelasnya.

Syarif percaya bahwa orang yang benar-benar aktif di Gerakan Pramuka pasti punya kepribadian yang bagus. Di organisasi ini Kak Syarif sejak kecil dibina untuk cinta terhadap NKRI, terhadap alam, dan sesama manusia. Dan ia merasa sampai saat ini pendidikan kepramukaan masih sangat relevan bagi kalangan anak milenial. “Gerakan Pramuka masih relevan hari ini mulai dari Baden-Powell bikin boy scout kita sudah diajarkan ke alam. Misal anak-anak sekarang sudah melupakan alam, itu tandanya tidak baik. Jadi saya kira masih relevan. Yang pasti medianya harus disesuaikan dengan anak-anak milenial,” jelasnya.

Ketua Kwartir Cabang (kwarcab) Buton Selatan, Laode Abdul Kadir yang dipanggil dengan Ajeng, merasa bangga kepada Syarif. Ajeng adalah teman bermain bersama Syarif saat kecil di kampung halamannya di Muna. Keduanya sama-sama aktif di kepramukaan. Bahkan Ajeng dan Syarif masih bersaudara. “Lama tak jumpa saya. Tentu sebagai teman, saya bangga. Kak Syarif sekarang menjadi tokoh nasional sebagai bagian dari pimpinan KPK. Kak Syarif bisa mewakili orang Muna di tingkat nasional. Saya bangga,” kata Ajeng.

Katanya, ia pernah bersama Syarif di Dewan Kerja Cabang (DKC) Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. Sejak mengenalnya dalam Gerakan Pramuka, Ajeng menilai Syarif ini orangnya selalu tenang dan gaya berbicara selalu terarah. “Saya melihat Kak Syarif ini dulu orangnya tenang, kalem, tidak usil. Dan dia gaya bicaranya itu enak. Memang bakat kepemimpinanya sudah ada sejak dia masih remaja,” jelas Ajeng.

“Memasuki masa akhir jabatannya, ya saya berharap dia bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik, selalu amanah, dan bisa terus berkarya untuk kebaikan bangsa ini,” tambahnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.