Minggu, 24 Oktober 21

Laode: Kabinet Jokowi-JK Ibarat Tim Sepak Bola

Laode: Kabinet Jokowi-JK Ibarat Tim Sepak Bola

Jakarta, Obsessionnews- Anggota Ombudsman Laode Ida menilai kabinet Jokowi-JK Presiden dan Wakil Presiden dapat dianalogikan sebagai tim sepak bola yang sedang tanding. Menurut Laode, tujuan utama pertandingan bola ingin cetak bola sebanyknya dan memenangkan pertandingan. Namun untuk memenangkan pertandingan kata Laode tentunya saling mengenal karakter sehingga bisa kontak batin dalam melakukan passing dari kaki ke kaki.

“Siapapun yang masukan gol ke gawang bukanlah karena ia sendiri, melainkan lebih sebagai hasil kerja tim. Syarat utama tuk menang adalah kerja tim yang padu dengan pemain-pemain yang ber-skill tinggi melalui latihan bersama dalam waktu lama,” ungkapnya pada obsessionnews.com, Kamis (3/3/2016)

Tapi kata Laode ‘sepak bola’ kabinet tidak mempertontonkan seni bermain, mala memperlihatkan permainan tak indah yang sebagian ber-skill rendah, malah tak kompak. “Saling serang terjadi. Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai manajer tim terkesan tak berwibawah, di mana sebagian pesannya diabaikan,” tuturnya.

Menurut Laode, hingga semester pertama di periode kedua ini pemerintahan belum juga menunjukan keberhasilan yang signifikan baik dalam pembangunan fisik maupun kesra. Malah ironinya kata Laode terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), hengkangya investasi asing, serta kian lebarnya kesenjangan sosial di perkotaan.

“Itulah resiko manajemen pemerintah negara yang syarat beban politik. Jokowi sendiri barangkali tak kenal karakter, rekam jejak dan kepentingan para pembantunya itu. Disamping belum memiliki teman dan pengalaman banyak di level nasional, juga harus akomodasi figur titipan para pihak berkepentingan menikmati kue dari meja kekuasaan. Maka, sebagai manajer tim sepak bola tanpa pelatih, itu akan terancam gagal mencetak bola,” ujarnya.

Lebih lanjut, Laode mengatakan hal wajar kalau sikap kritis bahkan saling serang di antara sebagian menteri. “Mestinya ini dijadikan peluang untuk mendeteksi kepentingan masing-masing. Kalau suatu kritikan berargumen kuat dengan orientasi kepentingan rakyat, harusnya diposisikan sebagai anggota tim benar dan mustinya diapresiasi oleh Jokowi,” sarannya.

Laode juga menyarankan perlu disingkirkan, kalau kabinet Jokowi hanya memiliki muatan kepentingan pribadi dan kelompok tertentu. Kata Laode mestinya Jokowi membersihkan para anggota tim yang hanya memanfaatkan jabatan untuk kepentingan atau kelompok tertentu.

“Jokowi tak bisa hanya ekspresikan kemarahannya, apalagi hanya lewat juru bicara (jubir), karena yang ditunggu oleh publik, bangsa ini adalah keberanian untuk lakukan perbaikan yang kongkrit dan hasilnya dirasakan oleh masyarakat bangsa ini,”harapnya.

Sebelumnya, dikabarkan juga jubir Presiden Johan Budi tersinggung dan marah akibat pengaduan di internal timnya yang sudah sampai pada persoalan pribadi. “Jokowi layak marah, karena sudah betul akan filosofi tim sepak bola seperti disebutkan sebelumnya,” pungkasnya. (Asma)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.