Selasa, 9 Agustus 22

Langgar UU Pemilu, Menteri Jepang Mundur!

Langgar UU Pemilu, Menteri Jepang Mundur!
* Menteri Perdagangan Jepang Isshu Sugawara. (BBC) karena memberi hadiah melon, jeruk, telur ikan dan kepiting kepada para pemilihnya.

Nampaknya, ‘budaya malu’ sangat dipegang teguh oleh para pejabat dan politikus Jepang. Apabila berbuat kesalahan, pejabat ataupun politikus di Jepang merasa malu dan langsung mengundurkan diri dari jabatannya dengan suka rela.

Bahkan, akibat dianggap ‘suap’ hanya gara-gara memberi melon dan kepiting kepada konstituen saja, seorang menteri di Jepang mundur karena melanggar UU Pemilu dengan memberikan ‘sumbangan’ untuk pemilih.

Menteri perdagangan Jepang, Isshu Sugawara, mundur dari jabatannya karena dituduh telah melanggar undang-undang pemilihan umum (UU Pemilu) di negara tersebut.

Media melaporkan Isshu Sugawara memberi kepada konstituennya di Tokyo hadiah berupa melon yang mahal, jeruk, telur ikan serta royal jelly.

Ia juga disebut-sebut menawarkan “uang duka cita” sebesar 20.000 yen (sekitar Rp2,5 juta) kepada keluarga pendukungnya.

Undang-undang pemilu di Jepang melarang politisi memberi apa yang dianggap sumbangan kepada pemilih di daerah pemilihan mereka.

Tuduhan ini pertamakali muncul di majalah Shukan Bunshun yang mengatakan menteri Sugawara menawarkan 20.000 yen kepada anggota keluarga dari konstituennya yang meninggal dunia.

Di Jepang, ada kebiasaan memberi uang duka kepada anggota keluarga yang berduka, dikenal dengan nama “uang dupa”.

Majalah itu juga mencetak daftar hadiah yang diberikan oleh kantor Sugawara, termasuk telur ikan dan jeruk. Ada juga surat terima kasih yang dianyatakan oleh Sugawara diterimanya dari pada penerima hadiah itu.

Sugawara menyatakan kepada wartawan hari Jumat (25/10) bahwa ia masih memastikan apakah ia memang melanggar undang-undang pemilu. Namun sementara hal itu ia lakukan, ia memutuskan untuk mengundurkan diri, kata media Nikkei Asian Review.

“Saya tak ingin masalah saya memperlambat parlemen dalam mengambil keputusan,” kata Sugawara.

Perdana Menteri Shinzo Abe mengatakan: “Saya bertanggungjawab menunjuk dia. Saya minta maaf kepada seluruh warga Jepang.” (*/BBC Magazine)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.