Sabtu, 20 Juli 19

Lama Terseret Kasus Meikarta, Bupati Bekasi Akhirnya Mengundurkan Diri

Lama Terseret Kasus Meikarta, Bupati Bekasi Akhirnya Mengundurkan Diri
* Bupati Bekasi nonaktif, Neneng Hassanah saat ditahan KPK. (Foto: Suara.com)

Jakarta, Obsessionnews.com – Neneng Hassanah, Bupati Bekasi nonaktif mengajukan surat permohonan pengunduran diri sebagai kepala daerah Kabupaten Bekasi periode 2017-2022. Pengunduran diri itu sudah diajukan secara tertulis kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi.

Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Sunandar mengatakan surat tersebut akan ditindaklanjuti oleh internal dewan, agar dijadikan acuan terselenggaranya rapat paripurna DPRD Kabupaten Bekasi. Dewan akan segera mengambil langkah strategis yang diperlukan. 

 

Baca juga:

Dugaan Suap Meikarta Hancurkan Karier Neneng

Ditangkap KPK, Neneng Nodai Citra Golkar

Neneng Hasanah Yasin, Bupati Bekasi Fenomenal

 

“Kami baru saja melakukan rapat pimpinan membahas surat ini. Kami juga akan konsultasi dengan Plt Bupati Bekasi dan Gubernur,” kata Sunandar, Rabu (20/2/2019).

Pihaknya tengah mengonsultasikan surat pengunduran diri Neneng ke Provinsi Jawa Barat hingga Kementerian Dalam Negeri. Supaya mereka bisa menentukan langkah selanjutnya atas permohonan pengunduran diri Neneng sebagai Bupati Bekasi.

“Apakah nanti prosedurnya sama seperti Bupati Indramayu Bu Anna (mundur ingin berbakti pada keluarga) atau nanti bagaimana. Ini yang masih kami konsultasikan,” ujarnya.

Hasil rapat pimpinan menyepakati untuk menggelar sidang paripurna pengumuman pengunduran diri Neneng. Dalam menempuh proses sidang paripurna, Sunandar memerintahkan Sekretariat DPRD Kabupaten Bekasi ke Indramayu. 

“Jadi ada iktikat baik dari Ibu Neneng Hassanah Yasin. Hasil rapat tadi juga pimpinan DPRD setuju,” ujar dia.

Sunandar menambahkan, jika dalam sidang paripurna tersebut nanti tidak memenuhi kuorum, maka keputusannya akan ditunda. Selanjutnya, hasil keputusan yang diambil pada sidang paripurna itu akan disampaikan kepada Mendagri melalui Gubernur Jabar.

“Nanti juga kami rapatkan di Badan Musyawarah untuk menentukan tanggal dan bulan untuk sidang paripurna terkait ini. Kalau tidak kuorum maka ditunda beberapa jam kemudian dilanjutkan kembali,” papar dia.

Neneng mengundurkan diri dengan alasan tersandung kasus hukum. Politikus Partai Golkar tersebut saat ini terseret kasus suap Meikarta. Dia akan mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor Bandung). (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.