Sabtu, 16 Oktober 21

Laju Inflasi di Sumbar Semester II Lebih Stabil

Laju Inflasi di Sumbar Semester II Lebih Stabil

Padang, Obsessionnes – Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sumatera Barat (Sumbar) Puji Atmoko meyakini, inflasi di Sumbar hingga akhir tahun tidak akan sampai dua digit seperti yang terjadi tahun sebelumnya. Keyakinan tersebut didasarkan pada laju inflasi pada semestes II tahun ini lebih stabil dibanding pada semester I.

BI memperkirakan, laju inflasi pada kalender tahun 2015 diperkirakan mencapai 4,3 %. Bahkan memasuki Ramadhan dan Lebaran yang cenderung memicu inflasi telah berakhir. Berdasarkan pekiraan demikian, hingga akhir tahun terhitung sejak semeter II, inflasi diperkirakan tidak akan menembus dua digit

“Inflasi yang cenderung tinggi biasanya di bulan Ramadhan hingga Lebaran, ketika harga cenderung naik. Situasi itu sudah kita lewati, dan ternyata pada saat itu kita mencatatkan inflasi yang masih wajar yakni 1,21 % saja,” kata Puji Atmoko dalam kesempatan peletakan batu pertama gedung inflasi Sumatera Barat, Kamis (5/8).

Terhitung bulan Januari-Juli, inflasi tahunan di Sumatera Barat, masih minus 0,66 % persen atau masih mengalami deflasi. Jika dalam rentang waktu lima bulan ke depan terjadi inflasi rata-rata 1 % setiap bulan, maka secara matematis inflasi tahunan di Sumatera Barat tahun 2015 hanya mencapai angka 4,3%.

Agar laju inflasi di Sumbar bisa ditekan, distribusi dan pasokan bahan kebutuhan pangan strategis harus tetap terjaga dengan baik dan distribusi tetap lancar terutama yang masih didatangkan dari Provinsi lain, seperti bawang dan cabai merah yang masih didatangkan dari Pulau Jawa.

“Dalam satu bulan bisa saja inflasi kita lebih dari 2 %, karena ada pengaruh pasokan kebutuhan pangan yang masih didatangkan dari daerah lain, seperti Jawa. Terlebih, saat ini Pulau Jawa mengalami kekeringan yang dapat menyebabkan kegagalan panen pada sejumlah komoditi pertanian, sehingga mengancam ketersediaan pasokan ke Sumatera Barat, dan itu bisa memicu lonjakan harga,” ujar Puji.

Selain menjamin kelancaran distribusi, pemerintah harus dapat memastikan pengawasan dan intervensi untuk menstabilkan harga. Upayanya dengan menurunkan tim pemantau ke lapangan serta menginformasikan secara rutin harga kebutuhan pangan ke masyarakat, sebagai langkah meminimalisir permainan harga oleh kelompok pedagang. (Musthafa Ritonga)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.