Minggu, 29 Januari 23

Lagi, Ratusan Pengungsi Rohingya Mendarat di Aceh

Lagi, Ratusan Pengungsi Rohingya Mendarat di Aceh
* Rombongan pengungsi Myanmar dan Bangladesh mendarat di Langsa, Aceh, Jumat (15/05) WIB. (bbc.co.uk)

Aceh – Lebih dari 600 pengungsi Bangladesh dan Rohingya asal Myanmar mendarat di pantai Langsa, bagian timur Provinsi Aceh, pada Jumat (15/5) pagi WIB. Rombongan ini adalah yang kedua setelah rombongan pertama terdampar di perairan Aceh utara, Minggu (10/5) lalu.

Sebagaimana dilaporkan BBC, rombongan kedua tersebut kini berada di kawasan pelabuhan Langsa. Mereka terdiri dari 210 orang Rohingya asal Myanmar dan 395 orang dari Bangladesh. Kondisi kesehatan mereka buruk bahkan delapan orang di antara mereka kini berada dalam perawatan intensif.

Belum diketahui apakah mereka adalah rombongan pengungsi yang dilepas dari perairan Thailand, pada Jumat (15/05) dini hari.

Sejumlah personel militer Thailand menaiki perahu pengungsi, memperbaiki mesin perahu, memberi makan pengungsi, dan melepas mereka ke arah selatan. (bbc.co.uk)
Sejumlah personel militer Thailand menaiki perahu pengungsi, memperbaiki mesin perahu, memberi makan pengungsi, dan melepas mereka ke arah selatan. (bbc.co.uk)

Aparat Thailand
Sebuah perahu yang mengangkut sedikitnya 300 pengungsi Rohingya asal Myanmar dilepas dari perairan Thailand menuju Indonesia, Jumat (15/5) dini hari waktu setempat.

Sebagaimana dilaporkan wartawan BBC di Thailand, Jonathan Head, sekelompok prajurit Thailand bersenjata lengkap menaiki perahu nelayan berisi ratusan pengungsi tersebut. Mereka memperbaiki mesin perahu dan memberikan makanan dan air minum kepada para pengungsi.

Selanjutnya, para personel militer Thailand melepas perahu ke arah selatan, menuju perairan Indonesia.
Keterangan itu disampaikan kerabat para pengungsi di dalam perahu yang menghubungi mereka melalui sambungan telepon.

Hal tersebut diamini Dejrat Limsiri, gubernur Provinsi Satun di Thailand. “Kami memperbaiki mesin dan melepas kapal itu setelah pukul 3 dini hari,” kata Limsiri kepada kantor berita AFP.

Militer Thailand dan Malaysia telah dengan tegas menolak kehadiran pengungsi Rohingya dan Bangladesh di perairan mereka. (bbc.co.uk)
Militer Thailand dan Malaysia telah dengan tegas menolak kehadiran pengungsi Rohingya dan Bangladesh di perairan mereka. (bbc.co.uk)

Limsiri mengaku aparat Thailand telah memberikan mereka makanan siap santap.

“Mereka sekarang sudah meninggalkan wilayah Thailand…Mereka akan mencoba pergi ke Indonesia karena tampaknya tidak bisa ke Malaysia. Mereka mengikuti rute ke Aceh,” tambahnya, mengacu pada provinsi di Indonesia tempat sebuah kapal migran lain terdampar pekan lalu.

Limsiri menyangkal mendorong perahu itu keluar dari perairan Thailand. Mereka ingin ke Malaysia tapi tidak bisa. Mereka tidak ingin ke Thailand karena tahu akan menghadapi tuntutan hukum,” katanya.

Lokasi
Seperti dilansir BBC, para kerabat pengungsi mengaku tidak lagi bisa mengontak para penumpang perahu tersebut setelah mereka meninggalkan perairan Thailand. Lokasi mereka pun kini masih tanda tanya.

Kondisi kesehatan para pengungsi juga belum diketahui. Namun, setelah tiga bulan berada di lautan lepas, kaum ibu dan anak-anak dikhawatirkan memerlukan pertolongan medis.

Kaum perempuan dan anak-anak pengungsi Rohingya dan Bangladesh menempati salah satu ruangan di Tempat Pelelangan Ikan Kuala Cangkoi, Aceh utara.(bbc.co.uk)
Kaum perempuan dan anak-anak pengungsi Rohingya dan Bangladesh menempati salah satu ruangan di Tempat Pelelangan Ikan Kuala Cangkoi, Aceh utara.(bbc.co.uk)

Bergantung pada Bantuan
Ratusan pengungsi asal Bangladesh dan Rohingya dari Myanmar bergantung pada bantuan pemerintah Indonesia dan organisasi internasional sejak terdampar di Aceh utara, pada Minggu (10/5).

Setiap hari selama tiga kali mereka mengantre makanan yang diberikan petugas. Sedangkan mereka yang sakit hanya bisa terbaring lemah di tempat pengungsian.

“Kami hanya diberi makan dan minum sedikit ketika berada di kapal, ” jelas Tarhib Ahmad pengungsi dari Bangladesh.

Setiap hari sejak terdampar pada Minggu (10/05), para pengungsi harus antre untuk mendapatkan jatah makanan. (bbc.co.uk)
Setiap hari sejak terdampar pada Minggu (10/05), para pengungsi harus antre untuk mendapatkan jatah makanan. (bbc.co.uk)

Mereka kini menempati lokasi penampungan baru di Tempat Pelelangan Ikan atau TPI Kuala Cangkoi sejak Rabu (13/5) malam. Sebelumnya mereka ditempatkan di Gedung Olah raga Lhoksukon, Aceh utara.

Empat bangunan di TPI ini belum pernah digunakan dan pemerintah daerah Aceh Utara menganggap lokasi pengungsian baru ini dapat menampung pengungsi yang berjumlah lebih dari 500 orang.

pengungsi6

Juru bicara Pemkab Aceh Utara Amir Hamzah menyatakan fasilitas sanitasi di TPI Kuala Cangkoi lebih baik dibandingkan GOR Lhoksukon yang ditempati pengungsi setelah diselamatkan oleh nelayan pada Minggu (10/5).

“Di sini ada WC, air dan lebih luas,” jelas Amir Hamzah.

“Ini lokasi paling dapat menampung mereka yang ada di Aceh Utara selama belum dipindahkan oleh imigrasi,” tambahnya.

Amir mengatakan pendataan terhadap ratusan pengungsi masih dilakukan. (BBC Indonesia)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.