Jumat, 12 Agustus 22

Lagi, Bongkar Hewan Pakai Gantung Sling

Lagi, Bongkar Hewan Pakai Gantung Sling
* BONGKAR MUATAN: Proses bongkar sapi saat dilakukan dengan sling tanduk dari palka kapal ke truk di dermaga Jamrud Selatan, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Rabu (8/7/2015). (obsessionnews.com/Ari Armadianto)

Surabaya, Obsessionnews  – Sedikitnya 16 ekor sapi dari palka kapal motor (KM) Multi Karya I dibongkar ke truk dengan cara tidak wajar atau gantung sling tanduk yang digerakan oleh crene di Dermaga Jamrud Selatan, Pelabuhan Tanjung Perak, Rabu (8/7/2015).

Sapi-sapi dari Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut selanjutnya dikirim lewat darat ke Jakarta dan sekitarnya. Mengingat Pelabuhan Tanjung Perak menjadi lokasi pembongkaran hewan sapi untuk kebutuhan Pulau Jawa.

Abdul Majid, pelaku bisnis ratusan ekor sapi tersebut merupakan salah satu pemasok rutin untuk wilayah-wilayah DKI Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi dan sekitarnya. Selain Majib, pelaku bisnis hewan sapi lainya, yakni Zaenal dan Acang yang masih menggunakan pola lama.

Pantuan di lokasi, setiap bongkar muatan dengan menggunakan sling baja hingga 3-4 ekor sapi. Proses pembongkaran pertama, sapi-sapi tersebut hampir terjatuh. Pasalnya, dua ekor berontak sambil menendangkan kakinya ketika posisi sapi sudah terangkat dari palka kapal. Proses tersebut berlanjut hingga pembongkaran kedua.

Namun, melihat kehadiran jurnalis di lokasi, Abdul Majid memerintahkan kepada tenaga kerja bongkar muat (TKBM) untuk segera menghentikan proses pembongkaran dengan cara gantung sling. Mereka pun berganti cara dengan menggunakan kontainer yang ditempatkan pada palka kapal.

SLING GANTUNG -- JAMRUD SELATAN - RABU 8-7-2015-1

Abdul Majid mengatakan, pihaknya terpaksa menggunakan gantung sling agar kontainer bisa diletakkan pada palka kapal. “Karena gak ada ruang di palka. Kalau tidak begitu (gantung sling), kontainer gak bisa bisa naik ke palka,” ucap Majid saat dimintai dikonfirmasi.

Tidak sedikitpun petugas Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak di lokasi. Padahal, pihak regulator tersebut merupakan penanggungjawab sandar kapal dan proses bongkar muat kapal. Nampak dua petugas Port Sequrty Tanjung Perak yang berjaga di dermaga tersebut saat proses bongkar dengan gantung sling. Sayangnya, mereka justru hanya berdiam diri.

Untuk diketahui, proses bongkar gantung sling bukan pertama kali dari muatan KM Multi Karya I.  Gubernur Jatim Soekarwo pun mengecam proses bongkar dengan cara tidak wajar tersebut. Pasalnya, dunia internasional terus menerus menyoroti hal tersebut. Hingga muncul surat edaran tata cara bongkar muat hewan. Sayang, surat edaran tersebut hanya sebatas macan kertas.

Surat Edaran UM.003/02/20/OP-TPR-13 dari Kementerian Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak Surabaya tentang tata cara bongkar muat hewan ternak tidak boleh menggunakan sling tanduk atau jala-jala. Bongkar muat muat harus menggunakan lorong sebagai bentuk perlakuan baik kepada hewan. (GA Semeru)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.