Jumat, 22 Oktober 21

Lagi, 5 Kapal Asing Ilegal Ditangkap Pemerintah

Lagi, 5 Kapal Asing Ilegal Ditangkap Pemerintah

Jakarta, Obsessionnews – Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, bersama Polisi Perairan (Polair) Aceh berhasil menangkap lima kapal asing illegal.Tiga kapal ikan asing berbendera Malaysia dengan ukuran 57 – 67 GT ditangkap di Perairan Aceh Timur pada 15 Maret 2016, sementara dua kapal ikan asing berbendera Vietnam dengan ukuran antara 10 – 67 GT ditangkap dan dikawal ke Tarempa, Siantan, Kepulauan Anambas, Rabu (16/3/2016).

“Polisi perairan menangkap sejumlah kapal bendera Malaysia,” terang Menteri KKP Susi Pudjiastuti dalam keterangan resmi yang diterima Obsessionnews, saat konferensi pers di rumah dinasnya, Jl. Widya Chandra V, Jakarta, Rabu (16/3/2016).

Tiga kapal berbendera Malaysia itu adalah KM PKFB 1035 dengan ukuran 57 GT, KM KHF 1959 dengan 64 GT, KM PKFB 669 dengan 67 GT. Sisanya, pihaknya menangkap dua kapal asing dari Vietnam yaitu KM BD 96153 dengan ukuran 45 GT dan BTH 98996 TS dengan 10 GT.

“Total selama dua bulan setengah tahun ini kita menangkap lebih 40 kapal tangkapan baru. Ini menunjukan peningkatan pengawasan dan pengaman lebih baik dari sebelumnya, lebih terkoordinasi sebelum Satgas 115. Sekarang semua bergerak koordinasi satu atap,” lanjut Menteri Susi.

Menteri Susi menuturkan, antara 26 Februari sampai 10 Maret lalu, ada delapan kapal ikan asing lain yang ditangkap, enam di antaranya berbendera Malaysia. Ia juga mengemukakan, kebijakan pemusnahan kapal ilegal banyak menuai perlawanan.

Ia mengungkapkan banyak mafia ikan, berlindung atas nama asosiasi-asosiasi nelayan maupun pemilik kapal tangkap ikan.

Belakangan pihaknya dituding merusak laut melalui kebijakan pemusnahan kapal tangkap di laut. Pihaknya akan lebih tegas mengambil langkah jalur hukum.

“Ke depan kita nggak mau lagi merepotkan semua instansi, jadi akan kita selesaikan di laut. Jadi periksa, evakuasi penumpang, selesai, undang wartawan, lihat untuk diledakkan, seperti itu. Tapi korporasinya tetap jalan, nakhodanya disidik, ABK-nya dideportasi, fishing master dan engineer biasanya kita tahan untuk penyelidikan lebih lanjut,” imbuh Susi.

Semetara, Ketua Staf Ahli Satgas Pemberantasan Penangkapan Ikan secara Ilegal Mas Achmad Santosa menyatakan, peledakan lima kapal asing yang ditangkap dalam dua hari terakhir akan dilakukan minggu depan.

“Kalau yang baru ditangkap tadi, itu akan menggunakan Pasal 69 ayat 4, itu yang disebut penenggelaman seketika, tidak perlu penetapan, tidak perlu menunggu putusan pengadilan,” ujarnya.

Dalam kurang dari tiga bulan terakhir, KKP sudah menangkap kurang lebih 40 kapal, dan 32 kapal (termasuk FV Viking) yang sudah diledakkan. Sementara delapan kapal lain sedang menunggu keputusan hukum agar dapat diledakkan, termasuk 13 kapal lainnya yang baru ditangkap pada akhir Februari lalu. (Popi Rahim)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.