Senin, 16 Desember 19

Laba Bersih BCA Naik 11,1%, Jadi Rp4,1 Triliun

Laba Bersih BCA Naik 11,1%, Jadi Rp4,1 Triliun

Jakarta, Obsessionnews – Bank Central Asia (BCA), membukukan laba bersih Rp 4,5 triliun. Naik 11,1 persen dibanding periode sama di tahun lalu, Rp 4,1 triliun.

“Kenaikan laba bersih ini berkat pendapatan operasional yang tumbuh 17 persen menjadi Rp 12,8 triliun dari kuartal I 2015 yang mencapai Rp 11 triliun,” ujar Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja, kepada wartawan, Selasa (03/04/2016).

baca juga:

Kuartal I-2016 BCA Salurkan Kredit Rp373,7 Triliun

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Baru BCA

Warga Jabar Bisa Bayar Pajak Motor Lewat ATM BCA

BCA Sabet Infobank Award 2016

BCA Raih Obsession Award 2016

Kenaikan ini berkat naiknya portofolio kredit BCA 11,4 persen menjadi Rp 373,7 triliun dibanding posisi sama tahun sebelumnya.

Kredit korporasi tumbuh 18,5 persen menjadi Rp 129,4 triliun dan kredit UKM meningkat 5,9 persen ke Rp 142,3 triliun.

“Peningkatan kredit korporasi secara kuartalan memang cukup besar akibat banyak perusahaan yang menggeser kebutuhan kredit dari valuta asing ke rupiah, ini membuat permintaan kredit ke BCA naik signifikan,” kata Jahja.

Sedangkan untuk kredit konsumer BCA tumbuh 10,9 persen menjadi Rp 102,1 triliun.

Kredit pemilikan rumah (KPR) juga tumbuh. Yaitu 9,4 persen menjadi Rp 59,9 triliun. Sedangkan dan kredit kendaraan bermotor (KKB) naik 13,8 persen menjadi Rp 32,7 triliun.

“Di tahun ini kami menargetkan kredit baru dari KPR sebesar Rp 4 triliun. Di kuartal I tahun ini saja kami sudah bukukan kredit baru sekitar Rp 1 triliun. Artinya, tiap bulan kami mampu menyalurkan KPR sebesar Rp 2,3-Rp 2,4 triliun untuk mengganti kredit yang jatuh tempo agar target tiap kuartal tercapai,” katanya.

Jahja bilang, rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) perusahaan di kuartal I 2016 ada di level 1,1 persen, naik dibanding periode sebelumnya 0,7 persen.

Kenaikan ini akibat terdapat satu nasabah yang bermasalah membayar kredit dengan nilai Rp 500 miliar.

Kredit ini memberi kontribusi sebesar 0,2 persen dari total keseluruhan kredit macet. Tak hanya itu, kenaikan NPL ini juga terjadi karena jumlah pembagi antara pembilang dan penyebut turun. Bila dibanidng Desember 2015, kredit BCA sebetulnya turun Rp 13 triliun.

“Sementara itu, kredit macet naik di kuartal I tahun ini yang menyebabkan rasio NPL tumbuh karena angka pembilang dan penyebut turun. Namun, NPL ini masih sangat aman,” pungkas Jahja. @reza_indrayana

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.